, ,

Latihan Militer Besar Besaran dekat wilayah sengketa Laut China Selatan. Ternyata ini Tujuannya

Militer.me – TNI Angkatan Udara (AU) dijadwalkan akan menggelar latihan puncak di Pulau Natuna, dekat wilayah sengketa Laut Cina Selatan pada Kamis (6/10).

Acara puncak tersebut juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membantah, latihan tersebut dilakukan untuk menakut-nakuti negara yang sedang berkonflik di Laut Cina Selatan.

Menurut dia, TNI bebas dalam menentukan latihan militer dimana saja, asalkan masih di wilayah Indonesia. “Natuna adalah NKRI juga kita latihan di manapun juga,” ujar Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu meminta kepada masyarakat tidak memaknai latihan militer tersebut sebagai bagian dari konflik Laut Cina Selatan. “Jangan diartikan yang lain-lain ya,” katanya.

Sebelumnya, Kadispen TNI AU, Marsma TNI Jemi Trisonjaya mengatakan, dalam latihan militer tersebut setidaknya akan ada 2.000 personel dan 80 kekuatan pesawat tempur.

Dalam perhelatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh Presiden Jokowi,  Menteri Pertahanan (Menhan) Ramizard Ryacudu dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Sekadar informasi, negara-negara yang berkonflik di Laut Cina Selatan, adalah Cina, Filipina, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Sementara, Menhan Ryamizard Ryacudu menegaskan Indonesia akan memperkuat keamanan di sekitar kepulauan Natuna yang berada di  Laut Cina Selatan.

Ryamizard mengatakan, peningkatan keamanan itu termasuk mengerahkan kapal-kapal perang, pesawat tempur F-16, penempatan rudal darat ke udara, radar dan sejumlah drone atau pesawat tanpa awak.

Selain itu, lanjut Ryamizard, penambahan beberapa pelabuhan dan landasan udara baru di Natuna juga termasuk dalam upaya memperkuat keamanan ini.

Menurut dia, Indonesia juga mengerahkan pasukan khusus angkatan udara dan laut serta satu batalion angkatan darat ke Natuna. Semua akan ditempatkan di kepulauan terpencil itu saat pembangunan barak dan perumahan militer sudah selesai.

Peningkatan keamanan ini karena beberapa waktu lalu Indonesia terganggu dengan semakin meningkatnya kapal-kapal Cina yang berada diperairan Natuna. Kapal perang milik TNI juga beberapa kali mengalami betrok kecil.

Usai insiden tersebut, Presiden Jokowi menggelar rapat kabinet di atas kapal perang di perairan Natuna sekaligus mengirimkan pesan kepada Cina bahwa Indonesia akan mempertahankan wilayahnya yang terpencil itu.

Sumber: Jawapos.com