,

Militer Amerika Mengklaim Pasukannya Sudah Membunuh 60 Ribu Militan ISIS di Suriah

Militer.me  – Komandan komando operasi khusus Amerika Serikat Jenderal Raymond ‘Tony’ Thomas memberikan keterangan mengenai jumlah militan ISIS yang tewas di Suriah. Ia mengklaim lebih dari 60.000 militan ISIS telah dibasmi oleh AS dan sekutunya.

“Kami telah membunuh lebih dari 60.000 orang,” ujar Tony dalam simposium Maryland seperti dilansir dari CNN, Rabu (15/2/2017).

Tony mengawasi pasukan operasi khusus elit AS termasuk Navy SEAL dan tentara baret hijau, yang telah memainkan peran besar dalam memerangi organisasi teror, termasuk serangan terhadap para tokoh kunci ISIS. Pernyataan ini merupakan peningkatan tajam lebih dari angka terakhir yang diberikan oleh AS dan sekutunya.

Seorang pejabat senior militer AS mengatakan kepada CNN pada bulan Desember 2016 bahwa sebanyak 50.000 militan ISIS telah tewas, menyebut angka itu perkiraan konservatif. Koalisi pimpinan AS telah menggenjot produksinya pada serangan udara terhadap modal kelompok teror ini di Raqqa, Suriah, dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara pasukan Irak, yang didukung oleh kekuatan udara AS, terus melakukan serangan mereka di Mosul. Mereka sejauh ini berhasil mengusir ISIS dari bagian timur kota terbesar kedua Irak.

Tetapi kemudian pada bulan yang sama, Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon menyatakan kepada wartawan di London mengenai pejuang ISIS yang tewas dengan jumlah lebih kecil. Ia mengatakan hanya sekitar 25.000 militan ISIS atau Daesh yang tewas.

“Lebih dari 25.000 militan Daesh telah tewas,” kata Fallon.

Perbedaan tajam ini menggarisbawahi tantangan menilai korban musuh, bahkan di antara sekutu dekat bahwa kecerdasan berbagi, dan bisa menyulitkan saat upaya Gedung Putih untuk mengembangkan rencana mengalahkan ISIS.

Para pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa Pentagon tidak resmi menghitung jumlah tubuh. Mantan Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel menyatakan bahwa metode menghitung jumlah musuh yang tewas tidak terlalu berguna.

“Kebijakan saya selalu, tidak mengeluarkan kebijakan semacam itu,” ujar Hagel.

Hagel, seorang veteran Perang Vietnam menilai bahwa militer AS terlalu optimis dalam merilis angka tersebut. Hagel menilai bahwa penghitungan jumlah tubuh merupakan hal yang sia-sia.

“Jumlah tubuh. Maksudku, ayolah, apakah kita belajar sesuatu dari Vietnam?” lanjut Hagel.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS Christopher Sherwood menyatakan bahwa jumlah tubuh yang tewas merupakan perkiraan. Sherwood mengatakan jumlah militan ISIS yang tewas merupakan salah satu indikator utama keberhasilan militer AS.

“Referensi untuk musuh yang tewas adalah perkiraan, tidak angka yang tepat. Sementara jumlah musuh tewas merupakan salah satu ukuran keberhasilan militer, koalisi tidak menggunakan ini sebagai ukuran efektivitas dalam kampanye untuk mengalahkan ISIS,” cetus Sherwood.

()detik