,


Mobil Pertama Kepresidenan RI dari Hasil Mencuri?

Militer.me  – Republik Indonesia terbentuk dalam kesederhanaan. Tidak ada pesta, tidak ada musik, tiang bendera pun berasal dari bambu yang baru dipotong, tidak ada seragam peserta upacara, yang ada hanya berlangsung di halaman rumah.

Hanya sate lima puluh tusuklah menjadi ungkapan rasa terima kasih yang diberikan kepada Presiden pertama Indonesia Soekarno. Saat itu, Bung Karno adalah presiden tanpa Istana Negara. Istanya adalah rumah kediamannya, bahkan dia tidak memiliki kendaraan kepresidenan.

Ide mobil kepresiden itu justru muncul dari seorang pejuang kemerdekaan bernama Sudiro, seorang aktivis Menteng 31 (kelompok pemuda radikal zaman itu). Tetapi tahukah Anda, ternyata mobil pertama yang digunakan oleh Presiden Soekarno adalah hasil mencuri. Kok bisa?

Kisah itu bermula ketika Sudiro mengetahui ada mobil Buick besar dengan kapasitas tujuh orang. Mobil itu punya gorden di jendela belakang. Ini mobil paling keren di Jakarta kala itu. Sayang, mobil itu punya orang Jepang: Kepala Jawatan Kereta Api.

Tetapi ini perkara gampang buat Sudiro. Ia mencari mobil itu dan menemukannya sedang parkir di garasi. Kebetulan, ia mengenal sopir mobil itu. Orang Indonesia juga. Sudiro meminta kunci pada sopir itu. Sopir itu kaget dan bertanya: kenapa?

“Kenapa?” Sudiro mengulang pertanyaan orang itu, “Karena saya bermaksud hendak mencurinya buat Presidenmu.” “Oh, begitu, baiklah,” kata orang tersebut sambil meringis.

Sopir tadi disuruh pulang ke kampung halamannya. Lalu, masalah baru muncul: Sudiro bukan pencuri mobil yang hebat. Ia tak bisa menyetir. Maklum, jarang sekali orang Indonesia punya kendaraan zaman itu. Akhirnya, Sudiro meminta bantuan kawannya yang juga seorang sopir.

Begitulah Presiden pertama Indonesia punya mobil kepresidenan. Orang bisa bilang, tindakan Sudiro itu kriminal pada hari ini. Namun pada zaman itu, Sudiro menganggap tindakannya tidak sebanding dengan kekayaan yang dirampas oleh Jepang. (poy)

(sumber: Sejarahri.com)