,


Wah! ISIS latihan di Afganistan Untuk Menyerang Rusia

sumber foto: tribunnews.com

Militer.me –┬áSelama ini kelompok Al-Qaidah dan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) selalu menganggap Negara Barat, khususnya Amerika Serikat, sebagai musuh paling utama. Namun, sejak Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keterlibatan dalam kebijakan di Suriah, kini target utama ISIS berpindah ke Rusia.

Demi merealisasikan niat tersebut, ribuan pejuang ISIS baik dari Suriah, Irak, dan negara asing lain kini berkumpul di pegunungan Afghanistan yang tak bisa ditembus untuk berlatih dan merencanakan balas dendam terhadap Kremlin.

Pemimpin ISIS tertinggi juga telah memerintahkan para jihadisnya untuk menargetkan kota-kota di Rusia. Kini para pejuang terlatih itu sudah siap untuk bertindak kapan saja.

Seperti diketahui, satu-satunya aksi terorisme baru-baru ini terjadi di Rusia, tepatnya dalam kereta di St Petersburg yang tengah melaju. Pria Uzbekistan berkewarganegaraan Rusia meledakkan bom di tempat tersebut hingga menyebabkan 15 orang tewas dan puluhan lain terluka.

Pemerintah Rusia bahwa mereka terus memantau pergerakan ISIS di negaranya dengan ketat. Namun saat itu Rusia merasa “kecolongan” karena kurangnya ancaman yang diberikan ISIS sebelum serangan dilakukan.

“Teroris yang Anda lihat di Suriah sekarang adalah individu sama dengan yang berada di Afghanistan. Mereka adalah teroris asal beberapa negara seperti Tajikistan, Uzbekistan, dan Chechnya. Tempat-tempat itu adalah yang paling strategis karena bisa dilintasi melalui perbatasan. Tujuannya jelas adalah Rusia, kata Zubair Massoud penasihat Dewan Keamanan Nasional Afghanistan, seperti dilansir dari laman Aljazeera, Senin (29/5).

Kendati demikian, Rusia masih menganggap remeh ancaman ISIS untuk negaranya. Pada saat perwakilan Putin, Zamir Kabulov, ke Afghanistan, dia mengatakan bahwa skenario terburuk baru akan terwujud apabila ISIS mampu menciptakan ketidakstabilan di Asia Tengah.

Massoud menganggap bahwa Rusia dan negara tetangga lain di bagian utara Afghanistan masih belum mengerti situasi sebenarnya. Padahal setiap waktu para pejuang itu terus berkembang dengan kecepatan besar. Padahal Massoud menilai jika ISIS bisa menyusup ke Rusia dengan sejumlah pejuang terlatih, maka mereka bisa membantai penduduk Rusia sebagaimana yang mereka lakukan di Afghanistan.

“Sama seperti saat tentara AS mulai pergi, banyak militan mulai masuk ke Afghanistan. Mereka berkumpul dan menambah anggotanya dalam jumlah besar setiap hari. Tahun lalu, ada 300 orang. Sekarang ada 2.000 orang asing di Badakhshan. Semuanya sangat berbahaya,” tandasnya. Merdeka.com