,

Terungkap Dokumen Rahasia NATO Siap Serang Rusia, Perang Dunia III Diambang Pintu

Ilustrasi Skuadron Pembom NATO/Foto Global Research

Militer. me  – NATO telah mempersiapkan diri untuk berperang dengan Rusia bila AS jadi melancarkan agresi terhadap Korea Utara. Sebagaimana dilaporkan majalah Der Spiegel, Edisi 43/2017, sebuah dokumen rahasia NATO menunjukkan bukti bahwa NATO sedang mempersiapkan sebuah kemungkinan perang dengan Rusia.

Berdasarkan dokumen rahasia tersebut, Der Spiegel menggarisbawahi bahwa NATO harus dengan cepat dapat memperkuat satu atau lebih sekutu yang terancam, dan mendukung sekutu jika terjadi serangan. Termasuk pengerahan pasukan dengan dukungan logistik dan kemampuan militer yang mamadai serta garis komunikasi yang diperluas dari Amerika Utara hingga perbatasan timur dan selatan Aliansi NATO.

Dokumen itu juga menjelaskan bahwa secara khusus, NATO harus memiliki kemampuan reaksi cepat ketika merelokasi unit militer berskala besar ke Eropa Timur termasuk flesibilitas tinggi kemampuan dukungan logistik militer guna menjalankan misi asing. Mengingat negara-negara aliansi tidak memiliki infrastruktur yang dirancang untuk pengerahan alat tempur berat ke medan tempur sekelas MBT Leopard-2 milik Angkatan Darat Jerman.

NATO juga berencana untuk mempersiapkan dua unit komando tempur baru tambahan yang masing-masing terdiri dari 2.000 tentara.

Pembentukan unit komando semacam itu jelas akan melibatkan militerisasi besar-besaran di Atlantik Utara. Seperti halnya “Striking Fleet Atlantic” (dibubarkan pada 2003), di mana unit ini mencakup empat kelompok tempur kapal induk, dua komando anti kapal selam, unit amfibi untuk operasi pendaratan dan 22.000 pelaut. Tujuan unit komando besar ini adalah untuk mempertahankan supremasi lautan antara Amerika Utara dan Eropa. Sementara Unit komando kedua yang dikenal sebagai “Rear Area Operation Command” direncanakan untuk mengatur distribusi pasokan perang ke seluruh Eropa.

Menurut Der Spiegel, penambahan unit komando baru tersebut merupakan awal kebangkitan kembali konsep mobilisasi Perang Dingin (Cold War).

Saat ini persiapan sudah berjalan lancar dengan Berlin sebagai pusat komando di Jerman. Der Spiegel juga menambahkan bahwa telah terjadi pertemuan antara perwira militer AS berpangkat tinggi dan perwira Jerman pada awal Oktober lalu. Dengan kata lain, NATO telah siap perang dengan Rusia, bahkan siap menyerang bila diperintahkan.

Dalam sebuah percakapan telepon antara Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen (CDU) dan mitranya dari Amerika James “Mad Dog” Mattis terungkap tentang pembentukan unit komando baru. Ini berarti bahwa Jerman, telah melakukan pembangunan militer masif secara diam-diam selama tiga tahun terakhir, dan sekarang sedang berupaya meningkatkan kehadiran militernya di NATO.

Sebuah keputusan mengenai pembentukan struktur komando baru diharapkan pada pertemuan menteri pertahanan NATO pada tanggal 8 dan 9 November di Brussels – ditengah eskalasi ketegangan yang meningkat dalam aliansi NATO.

Bila yang dilaporkan Der Spiegel berdasarkan dokumen rahasia NATO itu benar, artinya NATO sedang mempersiapkan Perang Dunia III yang mengancam jutaan bahkan milyaran nyawa manusia.

Padahal sejarah mencatat bahwa agresor sesungguhnya di Eropa Timur adalah kekuatan AS dan Barat. Amerika Serikat secara sistematis telah mengepung dan berusaha menaklukkan Rusia sejak bubarnya Uni Soviet 25 tahun yang lalu. Seperti diketahui pada bulan Februari 2014, AS dan Jerman mendukung sebuah kudeta sayap kanan terhadap pemerintah Yanukovych pro-Rusia di Ukraina.

Nampaknya gaya lama “Imperialis Barat” dengan memanfaatkan kekuatan media massa mulai membentuk opini global bahwa Rusia adalah negara adidaya yang agresif yang ingin menguasai seluruh Eropa Timur – sebagai alasan penempatan besar-besaran pasukan NATO di perbatasan Rusia.

Ingat kriminalisasi terhadap Slobodan Milosevic di Yugoslavia dan Muammar Qaddafi di Libya oleh media massa mereka, sehingga kedua negara makmur sejahtera tersebut terpecah dan hancur di serang oleh NATO dan kekuatan imperialis barat. Slobodan dan Qaddafi akhirnya di bunuh demi melanggengkan hegemoni imperialis. Nah, bagaimana nasib Putin dan Rusia? (nusantaranews.co)