,

Amerika Bentuk Pasukan Cegah ISIS Bangkit, Jumlahnya Sampai 30 Ribu Orang

pasukan isis via: Voa-islam.com

Militer.me  – Koalisi militer pimpinan Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang dalam proses membentuk pasukan keamanan perbatasan di wilayah Suriah bagian utara. Pasukan beranggotakan 30 ribu personel ini memiliki tugas mencegah bangkitnya kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Dituturkan juru bicara koalisi pimpinan AS, Kolonel Ryan Dillon, seperti dilansir AFP, Senin (15/1/2018), dengan semakin berkurangnya pertempuran melawan ISIS, koalisi pimpinan AS dan sekutunya, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mulai mengalihkan fokus ke keamanan perbatasan.

“Ada tujuan akhir untuk pasukan akhir sekitar 30 ribu personel,” sebut Dillon kepada AFP. Separuh dari jumlah itu akan diisi oleh tentara SDF yang terlatih.

“Ada sekitar 230 individu yang kini sedang menjalani pelatihan dalam pasukan keamanan perbatasan. Itu merupakan kelas pengukuhan,” imbuhnya.

Dillon menegaskan, pembentukan pasukan keamanan perbatasan ini merupakan bagian dari strategi luas ‘mencegah bangkitnya ISIS’. “Dengan pertempuran melawan ISIS, mengingat kantong-kantong (ISIS) yang tersisa terus berkurang, kita tahu itu bukan berarti akhir bagi Daesh (nama Arab ISIS). Kita harus memastikan bahwa ada keamanan yang bisa ditegakkan,” tegas Dillon kepada AFP.

SDF berhasil mengusir ISIS keluar dari wilayah Suriah sebelah timur laut yang pernah dikuasainya. Dalam pertempuran dengan ISIS, SDF mendapat dukungan udara dari koalisi pimpinan AS. SDF juga mendapat bantuan lain berupa persenjataan dan penasihat militer khusus dari koalisi AS.

Personel SDF yang kebanyakan merupakan warga Kurdi dan keturunan Arab di Suriah, kini menguasai wilayah perbatasan Suriah bagian utara. Diketahui bahwa Suriah berbatasan langsung dengan Turki di sebelah utara. Kabar pembentukan pasukan perbatasan ini menuai reaksi keras dari Turki, yang pada Minggu (14/1) waktu setempat menyebutnya sebagai upaya ‘legitimasi organisasi teror’.Selama ini, Turki memang menentang keras SDF yang personelnya didominasi anggota Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh pemerintah Turki.

Dalam pernyataan terpisah, pejabat tinggi SDF untuk urusan media, Mustefa Bali, mengkonfirmasi pembentukan pasukan keamanan perbatasan Suriah itu. Dia juga menyatakan pelatihan telah dimulai. “Kami bertransisi ke babak baru dalam koordinasi antara pihak kami dan koalisi internasional. Area-area yang luas dan kota-kota yang dibebaskan perlu seseorang untuk melindungi mereka,” tegas Bali kepada AFP.

Dituturkan Bali, unit pasukan keamanan perbatasan ini akan dikerahkan di sepanjang perbatasan Suriah-Turki dan wilayah yang berbatasan dengan wilayah yang dikuasai pasukan rezim Suriah.

sumber: detik.com