,

Wah! Sejumlah Ilmuwan Yakin Korut Bisa Bangun 60 Senjata Nuklir

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tengah memeriksa sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-12.(KCNA/Reuters/Independent)

Militer.me –  Korea Utara diyakini memiliki cukup material untuk membangun 30-60 senjata nuklir. Demikian diungkapkan sejumlah ilmuwan.

Bahkan, para ilmuwan itu menduga, saat ini Korea Utara sudah memiliki 20 hulu ledak nuklir yang siap digunakan.

Peringatan ini disampaikan dalam jurnal terbaru yang dimuat dalam Bulletin of the Atomic Scientist yang membedah kapabilitas Korea Utara dalam membangun senjata nuklir.

Upaya Korea Utara membangun senjata nuklir ini memang masih diselimuti misteri dan semua perkiraan didasarkan para laporan mata-mata, foto satelit, serta data dari uji coba nuklir dan misil balistik negeri itu.

Sehingga, para ilmuwan memperkirakan hanya masalah waktu saja atau sekitar dua tahun lagi, Korea Utara benar-benar memiliki persenjataan nuklir yang benar-benar berfungsi.

Upaya Korea Utara membangun senjata nuklir mendapatkan kemajuan signifikan setelah melalui sejumlah uji coba.

Bahkan dalam beberapa uji coba terakhir diduga kuat Korea Utara sudah berhasil membuat misil yang mampu mencapai daratan Amerika Serikat atau Eropa.

“Amat mungkin Korea Utara sudah bisa mengoperasikan hulu ledak untuk jarak pendek seperti misil Nodong,” demikian para ilmuwan dalam jurnal tersebut.

“Sementara untuk jarak misil balistik antarbenua, kami belum mendapatkan bukti Korea Utara bisa meluncurkannya dengan sukses.”

“Namun, untuk mencapai kemampuan itu hanya tinggal masalah waktu, kemunkinan dalam satu atau dua tahun,” tambah para ilmuwan.

Laporan itu juga menyebut bahwa misil balistik antarbenua ( ICBM) milik Korea Utara memang belum bisa dioperasikan.

Penyebanya salah satu jenis ICBM itu memiliki kapabilitas yang terbatas sementara empat tipe lainnya sedang dalam proses pengembangan.

Uji coba terakhir pada November tahun lalu adalah misil terbesar dan yang dirancang mampu mencapai target dalam jarak jauh.

Misil Hwasong-15 (KN-22) dirancang untuk mampu terbang setinggi 4.500 dan sejauh 956 kilometer sebelum jatuh di Laut Jepang.

Hwasong-15 dirancang mampu terbang sejauh 13.000 kilometer sehingga bisa mencapai daratan Amerika Serikat.

sumber: Kompas.com