,

China Tuding kapal destroyer AS, Langgar Kedaulatan Negaranya

USS Hopper via; Wikipedia

MIliter.me – Kapal perang Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) berlayar dekat Beting Scarborough yang diklaim Beijing di Laut China Selatan pekan ini.

Pernyataan itu diungkapkan pejabat AS pada Sabtu (20/1) waktu lokal. Beijing berjanji mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatannya.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China menyatakan, kapal destroyer AS, USS Hopper, berlayar dalam 12 mil laut dari Pulau Huangyan atau Beting Scarborough yang diklaim Beijing dan Filipina.

Ini merupakan operasi AL AS terbaru yang menantang klaim Beijing di Laut China Selatan dan terjadi saat Presiden AS Donald Trump meminta China bekerja sama dalam menghadapi program rudal dan nuklir Korea Utara (Korut).

Dua pejabat AS mengonfirmasi bahwa USS Hopper berlayar dalam radius 12 mil laut dari Beting Scarborough. Mereka menyatakan, patroli itu sesuai hukum internasional dan dilakukan dengan melintas secara cepat tanpa berhenti. Jarak 12 mil laut secara internasional diakuis sebagai batas wilayah suatu negara.

Militer AS menyatakan pihaknya melakukan operasi kebebasan navigasi di penjuru dunia, termasuk kawasan yang diklaim aliansinya. Menurut AS, operasi itu terpisah dari berbagai pertimbangan politik.

Pentagon tidak secara langsung berkomentar tentang patroli terbaru itu tapi menyatakan operasi itu dilakukan secara rutin. “Semua operasi dilakukan sesuai hukum internasional dan menunjukkan bahwa AS akan terbang, berlayar dan beroperasi di mana pun yang diizinkan hukum internasional,” papar pernyataan juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Christopher Logan, dikutip kantor berita Reuters.

Militer AS menempatkan perlawanan terhadap China dan Rusia sebagai pusat dalam strategi pertahanan nasional yang baru dirilis Jumat (19/1) lalu. China mengkritik strategi AS tersebut dan menyatakan Beijing mencari kemitraan global dan bukan dominasi global.

Juru bicara Kemlu China Lu Kang menyatakan, USS Hopper melanggar kedaulatan dan kepentingan keamanan China serta mengancam keamanan kapal-kapal dan personil Beijing. Lu menegaskan, AL China memerintahkan kapal itu mundur setelah memastikan identitasnya.

AS mengkritik China karena membangun pulau buatan dan memasang instalasi militer di Laut China Selatan. AS menganggap tindakan Beijing dapat membatasi kebebasan bergerak di rute perdagangan global yang penting tersebut.

Lu menegaskan, China menentang tegas upaya menggunakan kebebasan navigasi sebagai dalih untuk merusak kedaulatan Beijing. China juga meminta AS membenahi kesalahannya.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) China menyatakan, pengiriman kapal perang AS ke kawasan itu merusak perdamaian dan stabilitas regional serta merusak hubungan bilateral.

Pakar Laut China Selatan di Center for Strategic and International Studies, Washington, Greg Poling menyatakan, Pentagon tetap melakukan patroli kebebasan navigasi di laut, satu kali per enam pekan atau lebih, meski China keberatan. s

Sumber: Sindonews