,

Amerika Serikat Lakukan Tes Rahasia Sistem Anti-rudal Balistik, Tapi Sayang Malah Gagal

Ilustrasi Peluncuran Misil.(Thinkstock)

Militer.me – Amerika Serikat ( AS) dikabarkan menggelar uji coba sistem pertahanan udara mereka secara rahasia di Hawaii.

Dilansir Sky News Kamis (1/2/2018), uji coba sistem pencegat misil SM-3 Block IIA itu mengalami kegagalan setelah misil pencegat tidak mencapai target.

Sumber internal militer menyatakan, mereka yang terlibat dalam uji coba rahasia itu, termasuk pengembang sistem Raytheon, tengah menginvestigasi penyebab kegagalan sistem pertahanan tersebut.

Ini merupakan kegagalan uji coba yang kedua sejak tensi ketegangan antara AS dengan Korea Utara ( Korut) meningkat.

Juni 2017, sistem pertahanan yang sama juga gagal setelah salah seorang personel militer tidak sengaja mengaktifkan mekanisme peledakan diri rudal pencegat.

Badan Pertahanan Anti-udara (MDA) kemudian mengonfirmasi bahwa mereka memang melakukan uji coba Tes Pertahanan Udara milik Sistem Permukaan Aegis (AAMDTC).

” Uji coba dilaksanakan Rabu (30/1/2018) di Fasilitas Latihan Rudal di Kauai, Hawaii,” kata Juru Bicara MDA Mark Wright.

Namun, diberitakan oleh Sky News, Wright tidak mengungkapkan hasil dari uji coba sistem tersebut.

Rencananya, sistem pertahanan anti-rudal balistik itu bakal dipasang di kawasan pantai barat AS.

Dua anggota Kongres AS, Mike Rogers dan Adam Smith sebelumnya sempat berkata militer tengah mempertimbangkan beberapa tempat untuk instalasi sistem pertahanan itu.

AS merasa perlu melakukan pemasangan tambahan sistem sejak Korut mulai masif melakukan pengembangan nuklir dan rudal balistik antar-benua (ICBM).

Pada 3 September 2017, Pyongyang mencoba bom nuklir baru mereka yang disebut bom hidrogen di situs Punggye-ri.

Kemudian di 29 November 2017, rezim Kim Jong Un kembali meluncurkan ICBM terbaru, Hwasong-15, yang diklaim mampu melaju sejauh 13.000 kilometer.

Dalam pernyataan resminya, Korut berkoar rudal balistik itu sanggup menjangkau seluruh daratan utama AS.

Sumber: TribunAceh