,

Menhan: 11 Pesawat Sukhoi Datang Bertahap Hingga 2020

Foto/wall.alphacoders.com

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyampaikan 11 pesawat tempur buatan Rusia Sukhoi SU-35 akan datang ke tanah air secara bertahap. Pesawat tempur canggih itu tiba awal 2019.

“Ya awal tahun depan kan baru dua dulu ya,” kata Ryamizard usai menghadiri Perhimpunan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) di Energy Building, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Februari 2018.

Kontrak penandatanganan pembelian pesawat senilai USD1 miliar telah dilakukan pada Rabu, 14 Februari 2018. Meski demikian, tidak serta merta pesawat Sukhoi bisa langsung dikirim ke Indonesia. Proses perakitan dan pembuatannya ditargetkan selesai hingga 2020.

“Jadi dibuat dulu. Bukan langsung-langsung. Bertahap, bertahap, bertahap ya. Awal tahun depan sudah ada, hingga 2020,” kata mantan kepala staf TNI Angkatan Darat ini.

Seperti diketahui, melalui Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertahanan melakukan pembelian Sukhoi SU-35 dari Rusia, dengan skema trade-off (ToT) atau imbal beli senilai USD1,14 miliar. Dengan skema itu, transaksi diatur sesuai UU Nomor 16 tahun 2012 yang memungkinkan Indonesia membeli keperluannya dengan komoditas di Tanah Air.

Pihak Rusia sendiri dikatakan tertarik menukar pesawat buatannya, dengan komoditas unggulan Indonesia seperti crude palm oil (CPO), olahan karet, dan sumber daya alam lainnya. Dari nominal kesepakatan sebesar USD1 miliar lebih itu Indonesia mendapat 11 pesawat seharga USD90 juta dolar per unit. Sisanya sebanyak USD114 juta digunakan membuat hanggar dan persenjataan pesawat Su-35 di Tanah Air.

sumber: medcom