,

Muncul di Al-Hasakah, Helikopter AS Diduga Evakuasi Anggota ISIS

Helikopter AS kerap muncul di kota al-Hasakah dan mendarat di penjara setempat yang dikuasai Kurdi. Foto/Ilustrasi/Istimewa

Militer.me – Sebuah video muncul di situs YouTube dan Facebook yang menunjukkan helikopter Amerika Serikat (AS) terlihat di wilayah al-Hasakah. Diduga, helikopter tersebut mengevakuasi anggota Negara Islam atau ISIS.

Koalisi anti ISIS pimpinan AS selama ini kerap dituduh mendukung kelompok teroris di Suriah. Dukungan itu termasuk mengatur jalur keluar yang aman dan ekstraksi dari daerah pengepungan dan zona perang.

Sumber dari kota al-Hasakah, bagian timur laut Suriah, mengatakan warga sekitar telah menyaksikan helikopter AS beberapa kali mendarat di wilayah penjara setempat. Penjara tersebut diketahui dikuasai oleh orang Kurdi dan kemudian pergi. Menurut sumber tersebut, mereka mengambil beberapa teroris ISIS yang ditahan di penjara tersebut. Ada juga laporan tentang militer AS yang membawa amunisi ke penjara tersebut seperti disitir dari Sputnik, Kamis (22/2/2018).

Berita ini muncul di tengah laporan media yang dibuat oleh media Irak, yang mengindikasikan bahwa helikopter AS memindahkan anggota ISIS dari penjara di al-Hasakah ke markas mereka di dekat desa Abu Hajar di bagian timur Suriah. Menurut sumber mereka, lebih dari 100 teroris ISIS, kebanyakan dari mereka adalah warga negara asing, kemungkinan besar dibawa ke penjara oleh AS dari Deir al-Zor.

Pada bulan Desember 2017, Kementerian Pertahanan Rusia menuduh koalisi pimpinan AS melatih militan di markas mereka di dekat al-Hasakah untuk mengisi barisan yang disebut Tentara Suriah Baru. Menurut kesaksian pengungsi sebagian besar peserta pelatihan adalah mantan pejuang ISIS dan Front al-Nusra. Juru bicara koalisi menolak tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa klaim tersebut tidak masuk akal.

Saksi mata juga melaporkan penampakan penerbangan militer AS memindahkan komandan ISIS dari kota al-Mayadeen, menutupinya dengan serangan udara, tepat sebelum tentara Suriah memasuki kota tersebut pada bulan Oktober 2017. Pada tahun 2018 Kepala Staf Umum Iran Mayjen Mohammad Hossein Baqeri menuduh AS mengangkut teroris ISIS ke Afghanistan setelah mereka dikalahkan di Suriah dan Irak untuk mempertahankan ketegangan di wilayah tersebut, menggunakannya sebagai alasan untuk tinggal di sana lebih lama.

Sumber: Sindonews