,

Serangan Udara Turki Tewaskan 36 Tentara Pro Suriah

Turki terus membombardir wilayah Afrin, Suriah. Foto/Ilustrasi/Istimewa

Militer.me – Sedikitnya 36 tentara pro-Suriah tewas akibat serangan udara Turki di wilayah Afrin. Demikian laporan sebuah kelompok pemantau.

“Serangan udara tersebut menargetkan sebuah kamp di Kafr Jina di wilayah utara Suriah,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) seperti dilansir dari BBC, Minggu (4/3/2018).

Sebelumnyan pasukan pro-pemerintah telah memasuki Afrin dua minggu lalu untuk mendukung pasukan Kurdi. Mereka memerangi serangan militer Turki yang diluncurkan untuk menyingkirkan kelompok Kurdi dari Afrin. Turki menganggap milisi Kurdi di Afrin sebagai teroris.

Pemerintah Suriah telah mengecam aksi ofensif tersebut sebagai sebuah serangan terang-terangan terhadap kedaulatannya dan, menurut media pemerintah, pasukan dikirim untuk mendukung orang-orang Kurdi.

Serangan udara mengikuti salah satu hari paling berdarah untuk pasukan Turki sejak mereka mulai melakukan serangan pada bulan Januari. Delapan tentara Turki tewas dan 13 lainnya cedera pada hari Kamis dalam pertempuran di Afrin.

“Lima kawan heroik jatuh sebagai martir dan tujuh lainnya terluka,” sebuah pernyataan awal dari militer Turki mengatakan. Sebuah pernyataan kedua mengumumkan tiga tentara lagi terbunuh dan enam lainnya luka-luka.

Tidak ada rincian resmi dari bentrokan tersebut yang diberikan. Namun kantor berita swasta Turki, Dogan, mengatakan pejuang Kurdi menggunakan terowongan untuk menyergap pasukan khusus Turki di distrik Keltepe.

Sebuah helikopter Turki yang dikirim untuk menyelamatkan korban luka-luka tersebut ditembak dan harus kembali, laporan tersebut menambahkan.

Ribuan warga sipil di Afrin telah meninggalkan rumah mereka sejak serangan Turki dimulai.

Pemerintah Turki mengatakan milisi Kurdi People’s Protection Units (YPG) adalah perpanjangan tangan dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), yang telah memperjuangkan otonomi Kurdi di Turki tenggara selama tiga dekade.

YPG menyangkal adanya hubungan organisasi langsung dengan PKK.

Kedua belah pihak telah melepaskan banyak informasi tentang korban jiwa, sehingga jumlah korban tewas di Afrin sulit diketahui dengan pasti.

SOHR yang berbasis di Inggris mengatakan lebih dari 141 warga sipil telah tewas namun Turki membantahnya. Ankara mengatakan bahwa hanya pejuang yang menjadi sasaran serangan mereka.

Bulan lalu, Amnesty International mengatakan bahwa pemboman tanpa pandang bulu telah membunuh sejumlah warga sipil di Afrin.

Sumber: Sindonews