,

Taktik Bumi Hangus Suriah Bikin Pemberontak Ghouta Timur Mundur

Foto/REUTERS/Khalil Ashawi

Militer.me – Kelompok pemberontak Jaish al-Islam mengaku menarik pasukannya di dua wilayah utara di Ghouta Timur karena kawalahan menghadapi perang mematikan yang dilancarkan rezim Suriah dan sekutunya, Rusia. Kelompok itu menuding, Suriah dan sekutunya melakukan taktik “bumi hangus”.

Pemantau krisis Suriah melaporkan, rezim pemerintah Bashar al-Assad telah menguasai hampir seluruh Kota Shayfouniya, Ghouta Timur, pada hari Sabtu. Dalam dua minggu terakhir, Suriah dan sekutunya dituding melancarkan serangan udara dan artileri terhebat yang menewaskan ratusan orang.

Observatorium mengatakan bahwa pemboman Suriah terhadap Ghouta Timur telah membunuh lebih dari 600 orang sejak 18 Februari 2018. Data PBB menyebutkan, sekitar 400.000 warga sipil terjebak di medan perang di pinggiran Ibu Kota Damaskus tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok Jaish al-Islam mengatakan bahwa pasukannya telah menarik diri dari posisi di dua wilayah utama di Ghouta Timur, salah satunya Shayfouniya. Taktik “bumi hangus” dijalankan rezim Suriah terhadap kelompok itu ketika sedang berkembang di wilayah kantong utama di Ghouta Timur.

Juru bicara Jaish al-Islam, Hamza Bayraqdar, dalam pernyataan via Telegram mengatakan bahwa pasukannya tak kuasa menghadapi “pemboman histeris” di daerah pertanian.

Tidak ada tanda-tanda tekanan Barat yang menentukan untuk menghentikan serangan rezim Suriah di Ghouta Timur yang diprediksi tak lama lagi akan jatuh ke tangan pemerintah Suriah.

Rusia telah menyerukan gencatan senjata lima jam sehari untuk menciptakan “koridor kemanusiaan” di Ghouta Timur. Namun, menurut Moskow, pemberontak telah mencegah warga sipil untuk pergi dari medan perang.

Pemberontak Suriah menyangkal. Sedangkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyebut ide “koridor kemanusiaan” yang diserukan Rusia sebagai “lelucon”.

Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan dalam sebuah pertemuan darurat Dewan HAM PBB pada hari Jumat lalu bahwa peristiwa di Ghouta Timur kemungkinan termasuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Turki Berjaya di Afrin

Di lokasi lain, yakni di Afrin, pasukan Turki mengklaim telah merebut sebuah kota yang sebelumnya dikuasai YPG Kurdi. Menurut Perdana Menteri Turki Binali Yildirim, pasukan negaranya telah merebut Kota Rajo dari militan YPG Kurdi dan telah menguasai tujuh wilayah permukiman.

“Tentara, pasukan khusus, gendarmerie dan Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) bergerak menuju Afrin selangkah demi selangkah,” katanya, seperti dikutip Reuters, Minggu (4/3/2018).

Vesri Observatorium, pasukan Turki menguasai sekitar 70 persen kota, yang terletak sekitar 25 km (16 mil) sebelah barat laut Kota Afrin. Pemantau yang berbasis di Inggris juga melaporkan serangan jet tempur Turki terhadap pasukan pro-pemerintah Suriah di sebuah kamp di Kafr Jina. Sebanyak 36 pasukan pro-Suriah dilaporkan terbunuh.

Sumber: Sindonews