,

TNI Bantah Prajurit Ditahan Malaysia Terkait Pencurian Motor

Ilustrasi parjurit TNI penjaga perbatasan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Militer.me – Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura membantah dua anggota TNI AD dari Pos Sei Saparan Satuan Setingkat Kompi (SSK) II Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 642/Kapuas ditahan di Malaysia karena mencuri motor.

Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura Kolonel Tri Rana Subekti menyebut dua anggota TNI AD, yakni Kopda M. Rizal dan Praka Subur Arianto ditahan karena masuk ke wilayah Malaysia tanpa izin saat melakukan tugas pengendapan.

“Ketemu patroli polisi Malaysia, lantas kata mereka, (anggota TNI) sudah masuk batas wilayah Malaysia. Dianggapnya kita melanggar perbatasan,” kata Tri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (26/3).

Tri menyampaikan kedua anggota TNI AD tersebut ditangkap pada Jumat (23/3) sekitar pukul 05.00 waktu setempat oleh Polisi Diraja Malaysia. Keduanya lalu ditahan di Kantor Polisi Diraja Malaysia wilayah Lundu.

Tri menjelaskan, tugas pengendapan tersebut memang dilakukan rutin oleh Satgas Pengamanan Perbatasan.

Saat itu kedua anggota TNI AD tersebut ditugaskan karena ada informasi tentang penyelundupan barang ilegal dari Malaysia ke Indonesia lewat jalan tikus patok D. 699/11 atau pintu portal kebun sawit Malaysia (PT Rimbunan Hijau).

Tri menjelaskan jalur tikus tersebut memang kerap kali digunakan untuk melakukan penyelundupan barang ilegal dari Malaysia ke Indonesia maupun sebaliknya.

Tri juga menuturkan di jalur tikus tersebut tidak ada patok atau batas negara yang jelas, sehingga kedua anggota TNI tersebut tidak menyadari jika telah masuk ke wilayah Malaysia.

“Kalau di lapangan itu kan tidak ada pagar, hutan-hutan, kayak gunung, bukit. Tidak tahu mana batasnya. Patoknya jauh-jauh ada yang 10km,” tuturnya.

Lebih lanjut, Tri menyebut pihaknya langsung melaporkannya kejadian tersebut ke Mabes TNI. Kemudian dari Mabes TNI langsung melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memulangkan kedua anggota TNI AD yang ditahan tersebut.

Saat ini, kata Tri koordinasi proses pemulangan masih terus dilakukan.

Meski begitu, Tri menyebut masih belum dipastikan kapan kedua anggota TNI AD tersebut bisa kembali dipulangkan ke Indonesia.

Sebelumnya, informasi yang beredar dua anggota TNI AD tersebut ditahan oleh Polisi Diraja Malaysia karena diduga melakukan pencurian motor.

SUMBER: CNNINDONESIA