,

Muhammad Bin Salman: Perang Arab Saudi-Iran Mungkin Terjadi dalam 10-15 Tahun

Foto: Muhammad bin Salman memprediksi perang Arab Saudi-Iran/kiblat.net

Militer.me – Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhammadi Bin Salman mengatakan kemungkinan negaranya akan berperang dengan Iran dalam 10 sampai 15 tahun mendatang.

Pekan ini Muhammad Bin Salman melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat, yang merupakan salah satu sekutu Arab Saudi. Di sela-sela kunjungannya, dia sempat melakukan wawancara dengan The Wall Street Journal.

Dalam wawancara itu Bin Salman menyerukan dunia internasional untuk memberikan tekanan kepada Iran secara ekonomi dan politik. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk menghindari sebuah konfrontasi militer langsung di kawasan.

Seperti dikutip The Wall Street Journal, Kamis (29/03/2018), Putra Mahkota Arab Saudi itu menyebut sanksi untuk Iran “akan menjadi tekanan lebih bagi rezim”.

“Jika kita tidak berhasil dalam apa yang kita coba lakukan (memberikan sanksi), kita kemungkinan kan berperang dengan Oran dalam waktu 10-15 tahun,” kata Bin Salman.

Seperti dikethaui, Arab Saudi dan Iran sering berada dalam posisi berhadap-hadapan dalam sejumlah isu beberapa tahun terkahir. Di Suriah Iran berada dalam barisan pendukung rezim Syiah Nushairiyah pimpinan Bashar Assad, yang melanjutkan kekuasaan pendahulunya Hafez Assad. Sementara, Arab Saudi memberikan dukungan terhadap sebagian kelompok oposisi, yang menuntut berakhirnya kediktatoran rezim Assad.

Ketegangan di antara keduanya memuncak saat krisis Yaman meletus. Iran mendukung kelompok pemberontak Syiah Hutsi yang menggulingkan pemerintahan negara yang bertetangga dengan Saudi. Kemenangan kelompok Hutsi di Yaman mendatangkan ancaman bagi Arab Saudi, yang kemudian membentuk koalisi dengan negara-negera Teluk dalam mendukung pemerintahan resmi di Yaman.

Sumber: Kiblat