,


Tegang! Kapal Induk China dan Kapal Induk AS Sama-sama Masuk Laut China Selatan

Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Theodore Roosevelt. Foto/US Navy

Militer.me – Kapal induk China, Liaoning, dikirim ke sebuah perairan di dekat Pulau Hainan di Laut China Selatan pada Kamis (5/4/2018). Pada saat yang sama, kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Theodore Roosevelt dan armada tempurnya memasuki kawasan laut yang sama.

Media Hong Kong, Sing Tao Daily, melaporkan bahwa armada kapal induk USS Theodore Roosevelt beroperasi di bawah unit Carrier Strike Group 9. Rombongan kapal induk Amerika itu memasuki Laut China Selatan usai kunjungan ke Singapura pada Selasa lalu.

Seperti diketahui, Beijing telah mengklaim hampir seluruh kawasan Laut China Selatan sebagai miliknya dengan nama perairan yang dikenal sebagai “nine-dash line”. Perairan luas yang diklaim Beijing ini memanjang lebih dari 1.200 mil dari daratan China.

Patroli armada kapal induk USS Theodore Roosevelt merupakan lanjutan dari patroli serupa yang dilakukan armada kapal induk USS Carl Vinson yang kini telah kembali ke pelabuhan asalnya di San Diego.

Menurut laporan Straits Times, armada USS Theodore Roosevelt mencakup kapal perang jelajah USS Bunker Hill yang dipersenjatai rudal berpresisi dan kapal perusak USS Sampson.

Pada November 2017 lalu, USS Theodore Roosevelt melakukan latihan perang gabungan dengan kapal USS Ronald Reagan, USS Nimitz dan Angkatan Laut Korea Selatan.

Otoritas maritim di Provinsi Hainan telah mengeluarkan larangan sementara bagi setiap kapal untuk melakukan pelayaran di perairan dekat pulau milik China tersebut. Alasannya, sedang digelar latihan militer yang akan berlangsung dari Kamis hingga Rabu depan.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan, masalah Laut China Selatan adalah prioritas utama Washington.

“Tidak ada satu negara pun yang harus menggertak atau memaksa jalan mereka untuk menyelesaikan (sengketa). Hukum internasional menyediakan cetak biru,” kata Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Asia Tenggara, Patrick Murphy, yang dilansir Philstar.

Murphy mengatakan Laut China Selatan telah dibahas selama Dialog AS-ASEAN baru-baru ini di Kuala Lumpur.

sumber; sindonews