,

Ini daftar senjata andalan militer Arab Saudi yang dibeli dari AS

Alutsista Arab Saudi. ©2018 REUTERS

Militer.me – Arab Saudi memborong sejumlah besar persenjataan dari Amerika Serikat. Di sela-sela kunjungan Pangeran Muhammad bin Salman, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat telah menyepakati penjualan senjata seharga USD 1,3 miliar ke Arab Saudi. Selain meriam, tak menutup kemungkinan Saudi akan membeli deretan senjata lain dari AS.

Sudah sejak lama Arab Saudi menjadi sekutu AS. Stockholm International Peace Research Institute mencatat sejak tahun 2012, Arab Saudi meningkatkan jumlah pembelian senjata hingga 200 persen. Amerika Serikat adalah pengirim senjata terbanyak, disusul Inggris dan Spanyol.

Untuk kekuatan pasukan darat, Arab Saudi membeli tak kurang dari 500 tank kelas berat M1 Abrams dari AS. Tank-tank baru dan modern ini menggantikan Tank M-60 Patton yang juga buatan AS.

Arab Saudi juga memborong kendaraan tempur lapis baja M2 Bradley. Kendaraan ini sudah teruji dalam perang padang pasir sejak Perang Teluk melawan Irak.

Selain itu mereka juga menggunakan jip humvee dan kendaraan lapis baja untuk pengangkut infanteri M113. Jumlahnya tak kurang dari 3.000 unit di seluruh tentara kerajaan.

Aneka meriam dan kekuatan artileri Saudi juga nyaris berasal dari AS. Aneka varian howitzer 155 mm untuk tembakan artileri jarak jauh yang dimiliki Saudi jumlahnya lebih dari 1.000 pucuk.

Tentara darat Saudi juga diperkuat dengan helikopter serbu AH-64D. Heli legendaris ini sudah terkenal kemampuannya sebagai penghancur tank dan ranpur.

Mereka juga memiliki Sikorsky UH-60 Black Hawk yang biasa digunakan pasukan elite AS. Untuk kargo, Boeing CH-47F Chinook jadi andalan militer negara petro dolar ini.

Beralih ke Tentara Udara Kerajaan Saudi atau Royal Saudi Air Force (RSAF). Melihat dari kualitas dan kuantitasnya, AS jelas merupakan penyuplai terbesar untuk RSAF.

Arab Saudi memborong seri khusus F-15 SAA atau Saudi Arabia Advanced, jumlahnya diperkirakan 186 unit. Mereka menggunakan jet canggih ini sebagai pesawat tempur andalan.

Ada juga 96 unit F-15 C yang digunakan untuk menjalankan misi-misi air superiority, serangan udara di atas wilayah musuh. Ada juga 21 unit F-15D yang sengaja dipesan untuk digunakan sebagai pesawat latih bagi para penerbang tempur Arab Saudi.

Untuk angkatan laut kerajaan Saudi, mereka memiliki empat kapal korvet kelas Badar yang dibuat di AS tahun 1980an. Empat kapal ini diberi nama dengan peperangan yang diikuti tentara Islam di era Rasulullah dan para sahabat serta penerusnya. Mereka adalah 612 Badr, 614 Al-Yarmook, 616 Hitteen dan 618 Tabuk.

Bobotnya di atas 1.000 ton dengan delapan misil Harpoon, meriam 76 mm, mortir 81 mm, senapan mesin berat dan dan torpedo anti kapal selam.

Saudi juga memesan sembilan kapal kelas patrol dengan bobot sekitar 450 ton dari AS. Mereka mengusung persenjataan yang cukup lengkap untuk menghadapi pertempuran laut atau melawan kapal selam.

Pembelian senjata terus dilakukan oleh Arab Saudi seiring dengan konflik di Yaman. Sementara itu di Suriah, Arab Saudi dan Iran pun makin tegang. Sejumlah pihak meramalkan perang teluk akan kembali terjadi jika kedua pihak tak menahan diri.

Untuk angkatan laut kerajaan Saudi, mereka memiliki empat kapal korvet kelas Badar yang dibuat di AS tahun 1980an. Empat kapal ini diberi nama dengan peperangan yang diikuti tentara Islam di era Rasulullah dan para sahabat serta penerusnya. Mereka adalah 612 Badr, 614 Al-Yarmook, 616 Hitteen dan 618 Tabuk.

Bobotnya di atas 1.000 ton dengan delapan misil Harpoon, meriam 76 mm, mortir 81 mm, senapan mesin berat dan dan torpedo anti kapal selam.

Saudi juga memesan sembilan kapal kelas patrol dengan bobot sekitar 450 ton dari AS. Mereka mengusung persenjataan yang cukup lengkap untuk menghadapi pertempuran laut atau melawan kapal selam.

Pembelian senjata terus dilakukan oleh Arab Saudi seiring dengan konflik di Yaman. Sementara itu di Suriah, Arab Saudi dan Iran pun makin tegang. Sejumlah pihak meramalkan perang teluk akan kembali terjadi jika kedua pihak tak menahan diri.

sumber: Merdeka