,

Dua Kapal Rusia Bermuatan Peralatan Militer Bergerak ke Suriah. Akan Ada Perang Baru?

ilustrasi Kapal perang milik Rusia, Moskva | (Sevastopol)

Militer.me – Pascaserangan sekutu AS ke sejumlah militer Suriah, Rusia dilaporkan mengirim sejumlah fasilitas militer baru untuk mengantisipasi serangan lanjutan.

Presiden Rusia Vladimir Putin diduga membangun sebuah perlincdungan yang disebut “cincin baja” di sekitar Suriah

Ini menimbulkan kekhawatiran dari kelompok oposisi Suriah, termasuk halangan untuk penyelidikan terhadap serangan kimia 7 Februari lalu.

Serangan demi serangan di Suriah meningkatkan ketegangan internasional, karena AS dan Rusia saling bertukar ancaman pembalasan.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan, Amerika ingin mengusung sanksi ekonomi baru terhadap Rusia jika pemerintah Assad terus menggunakan senjata kimia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, serangan militer melanggar Piagam PBB dan jika hal itu dilanjutkan, “akan menimbulkan kekacauan dalam hubungan internasional.”

Pemerintah Suriah mendapatkan kembali kendali penuh Douma pada hari Sabtu setelah berkompromi dengan para pemberontak, dengan mermbiarkan mereka menguasai kota di timur Damaskus.

Douma adalah basis pemberontak terakhir di daerah Ghouta timur dan menjasi sasaran serangan rezin Assad pada Februari dan Maret yang menewaskan ratusan orang dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Namun, serangan miliuter itu berlanjut dengan serangan bom kimia pada 7 April lalu. Lebih dari 70 orang tewas, terutama anak-anak, akibat serangan bom menggunakan helikopter tersebut.

Perkembangan terbaru, Rusia telah mengirimkan dua kapal perang yang sarat dengan perangkat keras militer ke Suriah.

Kapal raksasa Alligator ini terlihat di Bosphorus pada hari Minggu, diyakini sedang dalam perjalanan ke pangkalan angkatan laut Rusia di Tartus, laut Mediterania.

Pergerakan kapal tersebut, salah satunya ditampilkan oleh Kantor Berita Reuters, Senin (16/4/2018).

Hal ini sesuai dengan pernyataan militer Rusia sebelumnya yang akan mengirim sejumlah rudak le Suriah.

Selain Alligator, kapal kargo Alexandr Tkachenko juga diyakini sedang dalam perjalanan ke Suriah

Kapal berlambung 117 LST Orsk 148, dipenuhi dengan perangkat keras militer termasuk tank, truk, ambulans, dan radar IED.

Rusia diperkirakan akan bertindak setelah mengancam akan mengambil tindakan pembalasan atas serangan udara yang dipimpin AS pada sejumlah target Suriah, termasuk melumpuhkan basis angkatan udara Suriah di utara Damaskus.

Perdana Menteri Inggris Theresa May meyakinkan publik Inggris bahwa dukungan Inggris terhadap serangan AS untuk kepentingan nasional.

Pembangunan militer Rusia di wilayah ini terjadi karena Inggris juga menguatkan diri untuk kemungkinan perang cyber yang dapat melumpuhkan NHS, jaringan online perbankan.

Menteri Luar Negeri Boris Johnson memperingatkan Inggris perlu dipersiapkan untuk serangan balasan Vladimir Putin.

Sumber-sumber Whitehall, sperti dilansir The Sun, mengatakan, telah terjadi peningkatan serangan siber 20 kali lipat melalui media sosial untuk Inggris, dan akun-akun itu terhubung dengan Kremlin.

sumber: TribunBatam