,


Wow Mantap! Drone Militer ini Mampu Tentukan Siapa yang Harus Dibunuh

Drone Militer AS dengan teknologi AI. DAILYMAIL.CO.UK

Militer.me – Banyak pakar teknologi dan AI mengkhawatirkan persoalan kode etik penggunaan teknologi dan AI untuk militer.

Di samping itu, kekhawatiran yang lebih membuat takut adalah pengambil alihan peradaban oleh AI yang akan membuat manusia menjadi ras kedua di dunia. Meskipun kekhawatiran ini masih berupa perkiraan semata, beberapa gejala sudah nampak, salah satunya jika memperhatikan fitur-fitur senjata perang militer canggih.

Senjata perang militer telah berevolusi sepanjang waktu namun selama ini keputusan untuk membunuh masih di tangan manusia. Berkembangnya AI dan teknologi otomasi membuat penciptaan mesin pembunuh tanpa intervensi manusia sama sekali.

Pengambilan keputusan final yang selama ini dipegang manusia nampaknya akan diambil alih AI dan membuat kekhawatiran etis para pakar terhadap penggunaan senjata otonom secara mutlak. Hal ini mengindikasikan bahwa perang telah bergeser dari pertempuran menjadi pembasmian yang berarti menghilangkan aspek kemanusiaan dalam peperangan.

Belum lama ini Angkatan Darat AS mengumumkan bahwa pihaknya sedang mengembangkan drone yang mampu menarget kendaraan dan manusia dengan AI. Teknologi ini termasuk analisis yang memutuskan apakah target itu layak dibunuh atau tidak dengan hampir tak ada keterlibatan manusia. Proyek pengembangan drone ini disebut sebagai representasi militerisasi AI tertinggi yang dapat memantik permasalahan hukum dan etika bagi masyarakat luas.

Meski demikian permasalahan psikologis seperti trauma perang tidak akan lagi menjadi persoalan prajurit pasca perang. Namun jika drone militer yang digunakan masih dikendalikan melalui satelit dan penargetan bom yang dijatuhkan masih diarahkan dengan laser, prajurit yang mengendalikan drone tersebut masih mungkin terpapar bahaya psikologis jika melihat adegan kekerasan ekstrim berulang-ulang.

Namun dalam surveinya, Dr Peter Lee Director for Security and Risk Research and Innovation dari University of Portsmouth menyatakan, setiap prajurit pengendali drone berpendapat pentingnya keterlibatan manusia dalam operasi perang dengan drone. Sebab jika tidak melibatkan manusia sama sekali sama halnya menghilangkan aspek kemanusiaan.

sumber: akurat.co