,

Israel Ancam Hancurkan S-300 Rusia jika Jet Tempurnya Ditembak

Sistem rudal pertahanan udara S-300 Rusia. Foto/REUTERS

Militer.me – Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman meremehkan ancaman Rusia yang akan memasok sistem rudal pertahanan udara S-300 ke rezim Suriah. Dia mengancam akan menghancurkan sistem tersebut jika digunakan untuk menembak jatuh pesawat jet tempur Israel.

“Yang penting adalah bahwa sistem pertahanan yang dipasok oleh Rusia ke Suriah tidak digunakan untuk melawan kami,” kata Lieberman dalam wawancara langsung dengan Ynet, pada hari Selasa.

“Satu hal yang harus jelas; Jika seseorang menembak pesawat kami, kami akan menghancurkannya. Tidak masalah apakah itu S-300 atau S-700,” ujar Lieberman yang dilansir Rabu (25/4/2018).

Pada hari Senin, surat kabar Rusia, Kommersant, melaporkan bahwa Moskow semakin dekat untuk mengirim sistem pertahanan S-300 ke rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad meskipun ada upaya Israel untuk mencegahnya

Kementerian Luar Negeri Rusia kemudian membantah sebagian dari artikel itu dengan mengatakan bahwa keputusan tentang pengiriman S-300 ke Damaskus belum diambil.

Lieberman mengaku sudah mengetahui laporan media tersebut. “Tetapi mereka (media Rusia) tidak memiliki pegangan pada fakta,” ujarnya.

Menteri Pertahanan itu menegaskan kembali kebijakan Israel yang berkaitan dengan Suriah. Yakni, Israel tidak akan terlibat dalam perang sipil negara itu, tetapi akan mengambil tindakan militer untuk mencegah persenjataan canggih jatuh ke kelompok Hizbullah Lebanon dan menghentikan serangan Iran dari Suriah.

“Fokus Israel adalah untuk memastikan bahwa Iran tidak membawa banjir sistem senjata canggih yang ditujukan untuk Israel,” katanya.

Lieberman membantah bahwa hubungan Israel dengan Rusia dalam bahaya menyusul serangan udara terhadap fasilitas Iran di pangkalan udara T-4 Suriah awal bulan ini. Moskow dan Damaskus mengklaim serangan dilakukan oleh jet-jet tempur Israel, namun Tel Aviv menolak berkomentar untuk membenarkan atau membantahnya.

“Selama beberapa tahun, kami telah berkoordinasi satu sama lain dan berhasil mencegah konflik langsung dengan Rusia,” kata Lieberman.

“Mereka memahami bahwa kami tidak akan terlibat dalam masalah internal Suriah dan bahwa kami tidak akan mengizinkan Iran untuk berkuasa (di Suriah),” katanya.

Sumber Sindonews