,


Taiwan Ingin Beli Tank Abrams AS untuk Melawan China

Tank M1A2 Abrams Amerika Serikat yang hendak dibeli Taiwan untuk mengantisipasi agresi China. Foto/REUTERS/David Mdzinarishvili

Militer.me – Taiwan sedang mempertimbangkan untuk membeli tank M1A2 Abrams dari Amerika Serikat (AS). Tujuannya, untuk melawan China jika sewaktu-waktu melakukan agresi ke wilayah pantainya.

Rencana pembelian tank tempur Washington ini disampaikan Menteri Pertahanan Taiwan Yen Teh-fa di hadapan panel anggota parlemen setempat hari Senin. Rencana Taipei ini berpotensi memicu ketegangan baru dengan Beijing.

“Mencatat bahwa tank Abrams dapat berfungsi sebagai kekuatan kunci untuk mempertahankan pantai dan mengalahkan musuh di pantai,” kata Yen yang dilansir Central News Agency, Selasa (1/5/2018).

Menurutnya, militer Taiwan saat ini sedang mengevaluasi rencana pembelian perangkat keras dari Amerika Serikat. Evaluasi nilai dan jumlah dari pesanan yang potensial, kata Yen, akan selesai pada akhir tahun ini.

Pemimpin pertahanan Taiwan itu percaya bahwa wilayahnya pulau harus meningkatkan kekuatan militernya ketika China terus meningkatkan manuver militernya di Selat Taiwan.

“Dalam satu atau dua bulan, China akan mengadakan pelatihan militer jarak jauh dan meningkatkan operasi pasukan gabungan ketika terlibat dalam kegiatan seperti itu di perairan dekat Taiwan,” ujar Yen. “Selat Taiwan sangat mungkin menggantikan Semenanjung Korea sebagai titik flash terpanas di wilayah ini,” ujarnya.

Yen juga mencatat bahwa Taipei meningkatkan kesiapan militernya menyusul perluasan kegiatan Beijing di dekat Taiwan. Sejak awal tahun ini, kapal induk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Liaoning, bermanuver di dekat Taiwan setidaknya tiga kali. Manuver terbaru terjadi pada 19 April 2018 lalu.

Selain itu, pesawat-pesawat tempur China juga telah meningkatkan patroli di dekat Taiwan bulan ini. Beijing mengklaim patroli itu untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial.

Seperti diketahui, China tidak pernah mengakui Taiwan sebagai negara. China tetap menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang dan bertekad mempertahankannya, termasuk dengan cara militer

Pekan lalu, PLA merilis video yang menunjukkan jet-jet tempurnya berpatroli di wilayah udara di dekat Taiwan.”Video ini untuk membiarkan orang-orang China dari semua kelompok etnis, terutama rekan-rekan di Taiwan dan China di luar negeri, memahami bahwa tidak satu inci pun dari China yang akan pernah terpisah dari tanah air,” kata Angkatan Udara PLA.

Hubungan antara Beijing dan Taipei telah memburuk sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, anggota dari Partai Progresif Demokrat pro-kemerdekaan, mengambil alih kekuasaan pada Mei 2016. Beijing mencurigai pemimpin perempuan itu berusaha mendorong kemerdekaan Taiwan secara formal.

sumber: Sindonews