,

Jaga Jaga Jika Diserang China, Militer Taiwan Lakukan Simulasi Serangan

Kapal AL Taiwan, Cheng Kung, dalam latihan militer dengan pangkalan Yilan (Foto: Tyrone Siu/Reuters)

Militer.me – Kementerian Pertahanan Taiwan berencana melakukan simulasi untuk mencegah adanya kekuatan invasi dari China pada pekan depan. Beberapa menu latihan yang akan dilahap adalah memperbaiki pangkalan udara besar dalam waktu singkat serta menggunakan drone untuk kepentingan pertahanan.

Latihan tahunan bertajuk ‘Han Kuang Military Drill’ itu tidak secara eksplisit dilakukan guna menghadapi China. Namun, Taiwan menggunakan istilah ‘melawan kekuatan serang yang akan menginvasi’. Taipei akan banyak menggunakan teknologi dalam latihan tersebut.

“Menu latihan utama adalah latihan menembak pada 4-8 Juni, termasuk ‘mengeliminasi musuh dari wilayah pantai’,” ucap Kementerian Pertahanan Taiwan, mengutip dari Reuters, Selasa (24/4/2018).

Perusahaan-perusahaan teknologi yang berbasis di Taipei akan memberikan dukungan terhadap latihan berupa drone untuk menandai target guna ditembak serta diawasi. Sementara itu, perusahaan konstruksi akan membantu latihan perbaikan landasan pacu pangkalan udara darurat di Ching Chuan Kang.

Komando Pertarungan Udara akan menerbitkan alarm peringatan ancaman serangan selama latihan pertahanan. Sedangkan pasukan coast guard akan berperan dalam latihan bersama Angkatan Laut (AL) Taiwan.

Langkah Taiwan tersebut dilakukan mengingat China semakin gencar menggelar latihan militer yang diadakan guna ‘menangkal percobaan pemberontakan’. Sebagaimana diberitakan, China pada pekan lalu menggelar latihan militer di perairan dekat Selat Taiwan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan, Chen Chung-chi mengatakan, latihan militer tersebut merupakan upaya China untuk mengintimidasi negaranya. Namun, ia memastikan latihan tersebut tidak sama sekali berhasil menakut-nakuti warga Taiwan.

Latihan militer tersebut dilakukan setelah Presiden Xi Jinping mengingatkan agar Taiwan tidak berusaha memisahkan diri. Sekretaris Jenderal Partai Komunis China itu menegaskan, setiap upaya untuk berpisah dari China akan berhadapan dengan kekuatan yang masif. Sebagai informasi, hingga saat ini China mengakui Taiwan sebagai provinsi di bawah kedaulatan mereka, alih-alih negara merdeka.

sumber: Okezone