,


Terungkap, Israel Hampir Dua Kali Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia

Pesawat jet tempur siluman generasi kelima Rusia, Su-57. Foto/Sputnik/Sergey Mamontov

Militer.me – Mantan Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya’alon mengungkap bahwa militer Tel Aviv nyaris dua kali menembak jatuh pesawat jet tempur Rusia di perbatasan Suriah-Israel. Insiden itu terjadi tahun 2015 atau awal operasi militer Moskow di Suriah.

Ya’alon dalam wawancaranya dengan RIA Novosti mengatakan, jet tempur Moskow sempat memasuki wilayah udara Israel utara yang berbatasan dengan Suriah. Tapi, militer Tel Aviv mengurungkan niatnya untuk menembak setelah mendeteksi pesawat itu milik militer Moskow.

“Kami mencegat pesawat itu karena pesawat itu adalah pesawat Rusia,” kata Ya’alon. Dia mengaku saat itu melakukan kontak telepon dengan komando tinggi Rusia di pangkalan udara Khmeimim di Suriah untuk memberi tahu bahwa jet tempur Moskow menyeberang ke wilayah udara Israel.

Setelah kontak telepon tersebut, pesawat yang hampir ditembak jatuh mengubah jalurnya

Ya’lon melanjutkan, ada insiden serupa kedua yang waktunya tidak dia rinci. Saat itu, jet tempur Israel melesatkan tembakan peringatan ke arah pesawat Sukhoi Rusia karena jalur penerbangannya menerobos wilayah udara negara yang dipimpin Benjamin Netanyahu itu.

Tembakan peringatan itu membuat pilot Moskow bergegas mengubah rute. Menurut laporan media Rusia, insiden itu disebabkan oleh kesalahan navigasi.

Moskow dan Tel Aviv memang membuka saluran komunikasi khusus sejak Rusia meluncurkan operasi militer di Suriah atas permintaan Presiden Bashar al-Assad. Saluran komunikasi itu dibuat untuk menghindari insiden di langit perbatasan Suriah-Israel oleh jet-jet tempur kedua negara.

Laporan yang diungkap Ya’alon tersebut muncul menjelang kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Moskow untuk menemui Presiden Vladmir Putin. Pertemuan dijadwalkan berlangsung Rabu depan.

“Netanyahu akan terbang ke Moskow untuk melakukan pembicaraan tentang isu-isu regional,” bunyi pernyataan singkat dari kantor Netanyahu, seperti dikutip Times of Israel, Minggu (6/5/2018).

sumber: Sindonews