,

Turki menyatakan akan membalas jika Amerika Serikat (AS) menghentikan penjualan pesawat jet tempur F-35

Pesawat jet tempur generasi kelima F-35 Joint Strike Fighter produksi Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/Marine Coprs/Handout via REUTERS

Pemerintah Turki menyatakan akan membalas jika Amerika Serikat (AS) menghentikan penjualan pesawat jet tempur siluman generasi kelima F-35 kepada Ankara.

Kongres AS telah melakukan langkah-langkah baru untuk menghentikan pemerintah menjual jet tempur proyek gabungan NATO itu kepada Turki. Tindakan Kongres Washington itu sebagai respons karena Ankara membeli sistem rudal pertahanan S-400 dari Rusia.

“Tidak tepat bagi mereka untuk berbicara dengan kami dengan cara mengancam. Jika mereka mengambil langkah sesaat ketika kami mencoba untuk memperbaiki hubungan bilateral kami, mereka pasti akan mendapat respons dari Turki. Tidak ada lagi yang lama bagi Turki,” kata Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu kepada penyiar CNN Türk dalam sebuah wawancara 6 Mei 2018.

“Kami memberi tahu AS tentang tanggapan kami. Saya mengatakan ini kepada Menteri Luar Negeri AS (Michael Pompeo) dalam pertemuan kami di Brussels,” ujar Çavuşoğlu.

Pernyataan Çavuşoğlu tersebut sebagai tanggapan atas langkah-langkah baru di Kongres AS yang meminta pemerintah Presiden Donald Trump menjatuhkan sanksi sanksi kepada Turki karena hubungannya dengan Rusia semakin erat, khususnya setelah kedua negara mencapai kesepakatan pembelian S-400.

“Mereka seharusnya tidak mempertanyakan hubungan baik kami dengan Rusia. Barat harus meninggalkan pemahaman ini. Negara-negara di geografi ini harus mengejar kebijakan yang seimbang. Keanggotaan NATO kami bukanlah halangan bagi kami untuk menjalin hubungan baik dengan negara lain. Tidak ada yang bisa membantah bahwa Turki mencari alternatif untuk keanggotaan NATO-nya,” ujar diplomat top Ankara itu, seperti dikutip Hurriyet Daily.

Menurut Çavuşoğlu, AS harus memahami bahwa Washington tidak dapat lagi menerapkan kebijakannya sendiri di negara lain di dunia dan tidak dapat memberikan sanksi kepada negara lain secara sepihak.

“Ada PBB dan organisasi internasional lainnya. Semua negara harus mematuhi resolusi yang diambil oleh organisasi-organisasi ini. Tetapi saya tidak berkewajiban untuk menyetujui keputusan yang diambil oleh suatu negara. Oleh karena itu, upaya AS untuk menjatuhkan sanksi kepada kami adalah tidak logis dan salah. Saya akan membalas (dalam kasus F-35 ini),” ujarnya.

“Apa yang akan terjadi kemudian?” tanya dia.“Jika AS memberlakukan sanksi atau mengambil langkah ke arah ini, Turki akan benar-benar menanggapi ini. Tapi ini bukan sesuatu yang kami inginkan. Mengapa itu harus terjadi? Dengan demikian, AS harus menghentikan pendekatan ini.”

Sumber: Sindonews