,

Sudah Saling Serang, Israel dan Iran di Ambang Perang

Pasukan Israel

Israel telah meluncurkan serangan paling intensif terhadap posisi Iran di negara tetangga Suriah sejak perang saudara dimulai pada tahun 2011. Itu membuat Israel dan Iran kini di ambang perang.

Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) yang bermarkas di Inggris mengatakan pemboman dini hari itu menewaskan 23 orang. Ini dikeluarkan sebagai tanggapan terhadap apa yang dikatakan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) adalah serangan roket Iran pertama terhadap pasukannya, di Dataran Tinggi Golan.

Konfrontasi menandai pertempuran militer paling signifikan antara dua musuh hingga saat ini di tengah-tengah ketegangan regional yang meningkat. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Iran “melintasi garis merah” dan tanggapan Israel menggunakan serangan udara sudah tepat.

Tindakan itu menurutnya adalah ‘pesan yang jelas” kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad. Ia menegaskan, “Kami berada di tengah-tengah pertempuran yang berlarut-larut dan kebijakan kami jelas: Kami tidak akan membiarkan militer Iran berkuasa di Suriah.”

Presiden Iran Hassan Rouhani sementara itu mendesak negara-negara Eropa untuk “dengan jelas menyatakan tindakan dan sikap mereka untuk mengkompensasi penarikan pasukan Amerika Serikat yang tersisa dalam waktu singkat”.

“Iran selalu berusaha mengurangi ketegangan di kawasan itu, mencoba memperkuat keamanan dan stabilitas,” katanya kepada Kanselir Jerman Angela Merkel dalam satu panggilan telepon.

Menanggapi kemungkinan perang Israel dan Iran ini, Perdana Menteri Inggris, Theresa May dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyerukan semua pihak untuk tenang. Sedangkan gedung Putih mengutuk apa yang dikatakannya sebagai “serangan roket provokatif dari Suriah terhadap warga Israel” dan menekankan “hak Israel untuk bertindak membela diri.”

Rusia juga menyebut serangan sebagai “perkembangan yang mengkhawatirkan” dan mendesak untuk de-eskalasi. Selama insiden semalam, warga sipil di Dataran Tinggi Golan, pedesaan Damaskus, dan selatan Suriah tetap terjaga oleh suara ledakan dan jet militer yang terbang rendah.

Israel telah meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari terakhir untuk mengantisipasi serangan Iran: Teheran telah bersumpah membalas dendam atas dua serangan Israel baru-baru ini di Suriah yang menargetkan dan menewaskan sedikitnya 13 warga negara Iran.

IDF mengatakan 20 misil Fajr atau Grad ditembakkan oleh Pasukan Quds Iran di posisinya di daerah perbatasan Golan Heights, beberapa di antaranya dihadang oleh sistem pertahanan rudal Israel. Tidak ada orang Israel yang terluka.

Para pejabat Iran tidak berkomentar langsung atas klaim Israel tentang tembakan rudal itu. Kemudian pada hari Kamis al-Manar TV Lebanon mengutip wakil presiden Komite Keamanan Nasional Iran yang mengatakan, “Iran tidak memiliki hubungan dengan rudal yang menabrak entitas musuh kemarin.”

Respons Israel yang ganas menargetkan apa yang dikatakan para pejabat hampir semua infrastruktur militer Iran di dalam wilayah Suriah, termasuk puluhan tempat penyimpanan senjata dan pusat-pusat intelijen yang digunakan oleh pasukan elit Iran, serta sistem pertahanan udara Suriah.

“Mereka perlu mengingat pepatah bahwa jika hujan turun pada kita, itu akan menyerbu mereka. Saya harap kami menyelesaikan bab ini dan semua orang mendapat pesan,” kata Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman kepada media pada hari Kamis.

Menurut militer Rusia, Israel menembakkan lebih dari 70 rudal selama serangan itu. Sana, kantor berita negara Suriah, mengutip seorang pejabat militer Suriah yang mengatakan rudal Israel mengenai posisi pertahanan udara, stasiun radar dan gudang senjata, tetapi mengklaim bahwa sebagian besar roket yang masuk bisa dicegat.

Dikatakan bahwa permusuhan itu dipicu oleh tembakan Israel di perbatasan – sesuatu yang belum terjadi sejak 1974. SOHR juga mengatakan, pihaknya yakin insiden itu dimulai dengan tembakan di kota wilayah Qunietra, Baath. Menurut komando tentara Suriah, tiga orang tewas dan dua orang terluka dalam serangan itu. Belum jelas apakah korban itu orang Iran atau Suriah. SOHR mengatakan sedikitnya lima tentara Suriah tewas.