,

Dua Bomber AS Terbang di Atas Laut China Selatan, China Malah Gak Takut Sama Sekali

China mengatakan tidak takut setelah AS menerbangkan dua pesawat pengebom B-52 di atas Laut China Selatan (LCS). Foto/Istimewa

Militer – Tidak ada kapal atau pesawat militer yang dapat menakut-nakuti China dari keputusannya untuk melindungi wilayahnya. Hal itu ditegaskan oleh Kementerian Luar Negeri China setelah dua pesawat pembom B-52 Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah terbang di dekat pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan (LCS).

CNN melaporkan bahwa dua pesawat itu terbang di sekitar Kepulauan Spratly, di mana China telah mereklamasi lahan dan membangun landasan pacu serta fasilitas lain di terumbu karang yang disengketakan dan pulau-pulau kecil.

Berbicara di sebuah jumpa pers harian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan ia berharap AS dapat mengklarifikasi apakah berpikir mengirim “senjata jenis ofensif” ke LCS dihitung sebagai militerisasi.

Ia menegaskan Amerika Serikat harus berhenti menghipnotis isu militerisasi dan memprovokasi masalah.

“Berlari mengamuk itu berisiko,” kata Hua.

“China tidak akan takut dengan apa yang disebut kapal militer atau pesawat terbang, dan kami hanya akan lebih kukuh melakukan semua langkah yang diperlukan untuk membela kedaulatan dan keamanan negara, untuk melindungi perdamaian dan stabilitas wilayah Laut Cina Selatan,” tuturnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/6/2018).

Bulan lalu, angkatan udara China mendaratkan pesawat pengebom di pulau-pulau yang disengketakan dan terumbu karang di LCS sebagai bagian dari latihan, yang memicu kekhawatiran Vietnam dan Filipina.

Sementara foto-foto satelit yang diambil pada 12 Mei menunjukkan bahwa China tampaknya telah menempatkan rudal-rudal permukaan-ke-udara yang dipasang di truk atau rudal-rudal jelajah anti kapal di Woody Island di laut yang disengketakan.

AS dan Cina terlibat perseteruan sengit tentang siapa yang benar-benar melakukan militerisasi LCS, di mana China, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina semuanya memiliki klaim masing-masing.

Sumber: Sindonews