,

Mengenal KRI Oswald Siahaan Freget TNI AL dengan Rudal Yakhon. Bikin Tetangga Ngeri!

KRI OWA uji coba rudal

Militer – KRI Oswald Siahaan merupakan kapal perang Freget TNI al yang masuk dalam kelas Ahmad Yani, walaupun kapal ini sudah tergolong tua tapi kemampuan tempurnya masih sangat diperhitungkan oleh negara negara tetangga Indonesia apa lagi kapal ini membawa jenis rudal Rudal Yakhon buata Rusia yang masih belum ada tandingannya di Asia Tenggara.

KRI Oswald Siahaan merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (HMNLS Isaac Sweers F805) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980.

Bertugas sebagai armada patroli sekaligus armada pemukul dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.

KRI Oswald Siahaan memiliki berat 2,922.1 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh mesin diesel 2 x SEMT Pielstick 12PA6B, Renk SWUF 98 gearboxes yang mampu menghasilkan tenaga 11800hp setiap mesinnya. Repowering mesin dilakukan pada tahun 2006 oleh PT PAL untuk menggantikan tenaga mesinnya yang semula menggunakan mesin boiler.

Persenjataan

KRI Oswald Siahaan dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :

4 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan P-800 Oniks atau dikenal dengan rudal Yakhont dengan jangkauan maksimum 300 Km , berkecepatan 2,5 mach, dengan sistem peluncur vertikal (VLS) dengan hulu ledak seberat 300 Kg.

4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 Km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 Kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal.

1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 Km untuk target permukaan dan 12 Km untuk target udara.
2 Senapan mesin 12.7mm

12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.

Sensor dan elektronis

KRI Oswald Siahaan diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

Uji Coba Rudal Yakhon

Dalam ujicoba di Samudera Hindia 20 April 2011, rudal supersonik Yakhon hanya membutuhkan waktu 6 menit, untuk menembak sasaran sejauh 250 Km. Karena kemampuannya itulah hegemoni angkatan laut negara di Asia tenggara telah dipatahkan oleh kemampuan rudal Yakhont. Hal ini berbahaya bagi beberapa negara Asean yang sedang mengalami konflik perbatasan. Untuk saat ini posisi Indonesia Superior.

Rudal Yakhont dapat menjelajah 5- 15 meter dari permukaan laut, dengan 2,5 kecepatan suara, sehingga mampu memperpendek waktu peringatan dini bagi kapal yang sedang disasar.Lebih ngeri lagi rudal ini memiliki cara terbang yang unik sehingga mampu menghindar dari pendeteksian radar modern negara tetangga.

Walaupun sudah tua tapi daya dobrak atau hancunya masih sangat mengerikan.