,

Putin: Senjata Nuklir Rusia Beberapa Dekade Lebih Maju dari Rival Asing

Sejumlah rudal dan personel militer Rusia saat parade militer tahun lalu. Foto/Sputnik/Maksim Blinov

Militer – Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim senjata-senjata nuklir terbaru negaranya beberapa dekade lebih maju dari para rival asing. Pernyataan ini disampaikan di depan para lulusan akademi militer Rusia pada hari Kamis.

Menurutnya, senjata-senjata baru Moskow merupakan lompatan kuantum dalam kemampuan militer negara.

“Sejumlah sistem persenjataan kami sudah bertahun-tahun, dan mungkin, beberapa dekade sebelum analog asing,” kata Putin kepada para perwira militer muda yang berkumpul di sebuah aula Kremlin yang penuh hiasan.

“Senjata modern berkontribusi pada peningkatan yang berlipat ganda dalam potensi militer Rusia,” ujarnya.

Pernyataan keras ini muncul ketika Putin sedang mempersiapkan konferensi tingkat tinggi (KTT) dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli di Helsinki, Finlandia.

Hubungan Rusia dan telah jatuh ke posisi terendah pasca-Perang Dingin. Retaknya hubungan itu terjadi sejak krisis Ukraina, perang di Suriah, tuduhan Moskow ikut campur pemilu AS 2016 dan perbedaan atas isu-isu pengendalian senjata nuklir.

“Kami telah mencapai terobosan nyata berkat upaya kolosal oleh sains serta biro desain dan industri, sebuah prestasi nyata oleh pekerja, insinyur dan ilmuwan,” kata Putin, seperti dikutip ABC, Jumat (28/6/2018).

Pemimpin Rusia ini pernah memperkenalkan kendaraan hipersonik Avangard baru dan rudal balistik antarbenua Sarmat terbaru, yang akan mulai beroperasi dalam beberapa tahun mendatang. Putin juga menyebutkan bahwa rudal hipersonik Kinzhal telah ditugaskan dengan satuan-satuan Distrik Militer Selatan Rusia.

Sistem-sistem itu berada di antara sejumlah senjata nuklir baru yang diumumkan Putin Maret lalu di tengah ketegangan yang memanas dengan Barat.

Menurut Putin, Avangard memiliki jangkauan antarbenua dan dapat terbang di atmosfer dengan kecepatan 20 kali kecepatan suara. Pemimpin Rusia itu menambahkan bahwa senjata itu dapat mengubah arah dan ketinggiannya dalam perjalanan menuju target. “Membuatnya benar-benar kebal terhadap segala sarana pertahanan udara atau rudal,” papar Putin.

Dia mengatakan Avangard telah dirancang menggunakan material komposit baru untuk menahan suhu hingga 2.000 Celsius (3.632 Fahrenheit) yang dihasilkan dari penerbangan melalui atmosfer dengan kecepatan hipersonik.

Sedangkan rudal Sarmat terbaru akan menggantikan rudal balistik antarbenua (ICBM) Voyevoda yang dirancang Soviet. ICBM Voyevoda merupakan rudal terberat di dunia, yang oleh Barat dikenal sebagai rudal Setan dan mampu membawa 10 hulu ledak nuklir.

Putin mengatakan pada bulan Maret lalu bahwa Sarmat memiliki berat 200 metrik ton (220 ton) dan memiliki jangkauan yang lebih tinggi dari rudal Setan. Hal itu memungkinkannya terbang di Kutub Utara atau Kutub Selatan dan menyerang sasaran di mana pun di dunia. Dia mencatat bahwa Sarmat juga membawa hulu ledak nuklir yang lebih besar, yang lebih kuat dari yang terpasang pada rudal Setan.
sumber: Sindonews