,

Amerika dan Eropa Minta Jerman Pasang Sistem THAAD

Amerika Serikat menguji sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari Pacific Spaceport Complex Alaska di Kodiak, Alaska, pada 1 Agustus 2017. Kementerian Pertahanan Amerika Serikat menyebutkan bahwa THAAD berhasil menghancurkan rudal balistik jarak menengah. Leah Garton/Missile Defense Agency/REUTERS

Militer – – Amerika Serikat dan anggota Organisasi Pertahanan Atlantik Utara, NATO, mengusulkan kepada Jerman memasang sistem pertahanan Udara THAAD untuk memperkuat kekuatan Eropa menghadapi ancaman.

Informasi itu disampaikan dua orang sumber yang dekat dengan isu tersebut kepada kantor berita Reuters. “Jika Jerman benar-benar memasang THAAD di wilayahnya akan memicu ketegangan dengan Moskow,” ujar para pengamat.

Reuters dalam laporannya mengatakan, usulan yang disampaikan kepada Jerman itu terkait dengan keputusan Presiden Donald Trump membatalkan kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran yang diteken enam negara superkuat termasuk Amerika Serikat ketika masih dipimpin oleh Presiden Barack Obama.

Sementara itu, Eropa dan Amerika Serikat masih berselisih soal kesepakatan nuklir. Mereka, hingga saat ini, masih menaruh perhatian mengenai pembangunan rudal nuklir Iran. “Rudal Shahab 3 Iran sanggup terbang 2.000 kilometer yang dapat menjangkau wilayah selatan Eropa.”

Menurut Riki Ellison, Kepala Aliansi Advokasi Pertahanan Rudal, Komando Eropa AS meminta Eropa memasang sistem THAAD selama bertahun-tahun, namun desakan pemasangan tersebut, saat ini, kian kuat setelah Amerika Serikat membatalkan perjanjian nuklir 2015.

Menanggapi usulan pemasangan THAAD di negerinya, salah seorang pejabat senior militer Jerman mengatakan, lebih baik memasang radar di seluruh Eropa untuk memonitor potensi ancaman dan mencegatnya bila diperlukan.

Pemasangan sistem THAAD di Eropa dapat menimbulkan ketegangan antara Barat dengan Rusia. NATO berdalih program pertahanan rudal tidak diarahkan ke Rusia.

sumber: tempo