,

Rusia Takkan Memproduksi Massal Jet Tempur Siluman Su-57

Pesawat jet tempur siluman generasi kelima Rusia, Su-57. Foto/Sputnik/Vladimir Astapkovich

Militer – Rusia tidak memiliki rencana untuk memproduksi secara massal pesawat jet tempur siluman PAK/FA Sukhoi Su-57. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Yuri Borisov.

Dalam wawancara baru-baru ini, Borisov berbicara tentang penempatan pesawat tempur generasi kelima Rusia tersebut di Suriah beberapa waktu lalu. Menurutnya, produksi serial Su-57 tidak masuk akal pada tahap.

Produksi massal, lanjut dia, hanya akan terjadi setelah jet tempur generasi keempat Rusia sudah uzur.

“Pesawat telah terbukti sangat bagus, termasuk di Suriah, di mana (pesawat) itu menegaskan kinerja dan kemampuan tempurnya,” kata Borisov.

“Anda tahu bahwa hari ini Su-57 dianggap sebagai salah satu pesawat terbaik yang diproduksi di dunia. Akibatnya, tidak masuk akal untuk mempercepat pekerjaan produksi pesawat generasi kelima secara massal,” papar Borisov, yang dilansir The Diplomat semalam (12/7/2018).

“Su-57, adalah (kartu) truf kami, yang selalu dapat kami mainkan ketika pesawat generasi sebelumnya mulai tertinggal dalam kemampuannya bila dibandingkan dengan pesawat serupa dari negara-negara terkemuka di dunia.”

Salah satu alasan mengapa Rusia tidak mengejar produksi massal pesawat Su-57 pada saat ini lantaran berkaitan dengan anggaran pertahanan negara yang sudah terlalu banyak.

Sekadar diketahui, biaya produksi Su-57 per unitnya sekitar USD40 juta hingga USD45 juta atau lebih 2,5 kali lebih murah biaya produksi pesawat jet tempur F-35 Lightning II Joint Strike Fighter Amerika Serikat.

Militer Moskow sendiri akan memperoleh pasokan pertama jet tempur Su-57 sebanyak 12 unit pada tahun depan. Kontrak militer dengan produsen jet tempur tersebut, United Aircraft Corporation (UAC), telah diteken beberapa hari lalu.

Su-57 adalah merupakan jet tempur multirole, berkursi tunggal, dan twin-engine. Pesawat yang melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2010 ini, pada awalnya dirancang untuk menggantikan stok MiG-29 dan Su-27 militer Rusia pada tahun 2020 dan 2030-an. Rencana itu diprediksi akan ditunda setelah Moskow enggan memproduksi massal Su-57.

Alasan lain Rusia enggan memproduksi massal pesawat jet tempur siluman termutakhir itu karena terkait beberapa kesulitan teknis yang masih perlu diatasi.

Misalnya, industri penerbangan militer Rusia masih berjuang dengan mesin pesawat generasi berikutnya. Sebuah mesin baru yang disebut-sebut bernama Saturn izdeliye 30 diperkirakan tidak akan siap untuk diproduksi serial sampai setidaknya tahun 2020.

Setelah beroperasi, Su-57 akan mampu membawa muatan amunisi konvensional dan nuklir.

Sumber: Sindonews