,

AS Rayu Turki untuk Beli Rudal Patriot, Bukan S-400 Rusia

Rusia siap menjual sistem pertahanan udara S-400 ke AS jika menginginkannya. Foto/Istimewa

Militer  –  Pemerintah Amerika Serikat ( AS) berkata mereka tengah membujuk Turki untuk membeli sistem rudal Raytheon Patriot.

Diwartakan Radio Free Europe Selasa (17/7/2018), AS berusaha agar Turki tidak membeli sistem rudal S-400 dari Rusia.

Pernyataan itu disampaikan acting Asisten Menteri Luar Negeri untuk Hubungan Politik-Militer, Tina Kaidanow.

“Kami memberikan pemahaman kepada pemerintah Turki apa yang bisa mereka dapatkan jika membeli Patriot,” kata Kaidanow.

Ankara telah dua kali menolak menggunakan sistem pertahanan anti-serangan udara yang mulai beroperasional sejak 1984 itu.

Pertama Turki memilih sistem rudal HQ milik China. Kemudian beralih menggunakan S-400 pada tahun lalu.

Kendala mengapa Patriot tidak dibeli adalah Turki menginginkan dalam pembelian itu, terdapat kesepakatan soal transfer teknologi.

Namun, Radio Free Europe memberitakan, Washington hanya bersedia melakukan transfer teknologi pada batas tertentu.

Kini, Asisten Menteri Pertahanan, Kevin Fahey, menyatakan bahwa AS kini mengusahakan untuk memenuhi keinginan Turki.

“Turki juga menaruh minat terhadap Patriot. Kami mengupayakan agar semua pihak diuntungkan,” tutur Fahey.

AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menentang penjualan sistem rudal berharga 400 juta dolar AS, sekitr Rp 5,5 triliun, per unit itu.

Pada Juni lalu, Senat AS mengesahkan peraturan yang melarang penjualan jet tempur F-35 jika Ankara masih bersikukuh membeli S-400.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada 4 Juni lalu mengatakan mempunyai alasan mengapa Turki memilih untuk membeli S-400.

Cavusoglu menjelaskan, Turki sebenarnya telah mengajukan permintaan untuk membeli sistem pertahanan udara Patriot.

Namun, di saat Turki sangat membutuhkan sistem pertahanan tersebut, AS dilaporkan tidak menyetujui penjualan sistem rudal.

“Inilah mengapa Turki, dalam keadaan yang sangat penting untuk mendapatkan sistem pertahanan, memutuskan beli dari Rusia,” tutur Cavusoglu.

Sumber: Kompas