,

Duh! Serangan Udara di Afghanistan Tewaskan Warga Sipil

-Serangan udara yang dilakukan oleh pasukan keamanan Afghanistan didekat kota utara Kunduz pada kamis (19/7/2018).FOTO/Reuters

Militer – Serangan udara yang dilakukan oleh pasukan keamanan Afghanistan didekat kota utara Kunduz pada kamis (19/7/2018) telah menewaskan 14 warga sipil.

Insiden ini masih diselidiki, karena belum jelasnya sebab dari tewasnya korban apakah oleh pesawat Afghanistan atau Amerika Serikat.

Namun, militer AS membuat pernyataan jika tidak ada indikasi pihaknya untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Perempuan dan anak-anak termasuk kedalam 14 korban tewas dalam serangan di Chardara, sebuah distrik yang diperebutkan oleh Taliban dan pasukan keamanan pemerintah,” kata Nematullah Temori, juru bicara gubernur Kunduz.

Laporan PBB mengatakan bahwa ketika serangan udara meningkat, warga sipil yang menjadi korban juga meningkat menjadi 52%, 353 orang tewas dan terluka pada paruh pertama tahun ini.

Mohammad Radmanish, juru bicara kementerian pertahanan, membenarkan bahwa sejumlah warga sipil telah tewas tetapi untuk rinciannya sendiri masih belum jelas.

Sebuah tim investigasi dari Kabul telah dikerahkan ke provinsi untuk menyelidiki insiden itu. Dan untuk saat ini, sulit untuk mengatakan berapa banyak warga sipil yang tewas atau terluka.

Sebuah pernyataan dari komando militer AS di Kabul mengatakan pasukan AS telah melakukan pemogokan di daerah itu untuk mendukung operasi darat yang dipimpin olehAfghanistan, tetapi penilaian di lapangan terhadap serangan itu tidak memberi indikasi bahwa pasukan AS telah menyebabkan jatuhnya korban sipil.

Pernyataan dari Taliban mengatakan 28 warga sipil telah tewas. Dikatakan sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak dan menyalahkan pasukan AS.

Menurut PBB, setidaknya 1.692 warga sipil tewas dalam konflik selama paruh pertama tahun ini.

Kunduz, target strategis utama untuk Taliban yang sempat jatuh ke para pemberontak pada tahun 2015, telah melihat insiden berulang di mana warga sipil telah tewas oleh serangan udara.

Pada bulan April, puluhan orang tewas akibat pemogokan di distrik Dasht-i Archi yang menurut penduduk desa setempat menimpa orang-orang yang menghadiri upacara keagamaan.

sUMBER: Berita Jatim