,

Wah! China Kembangkan Kapal Selam Nirawak yang Dilengkapi Kecerdasan Buatan

Sebuah kapal selam milik Angkatan Laut China saat peringatan 60 tahun berdirinya Tentara Angkatan Laut Pembebasan Rakyat pada 2009, di lepas pantai Qingdao di Provinsi Shandong.(AFP / GUANG NIU)

Militer – China tengah mengembangkan sebuah teknologi kapal selam nirawak yang akan dilengkapi dengan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Kapal selam tanpa awak tersebut direncanakan bakal siap beroperasi pada 2020-an.

Nantinya kapal selam akan ditujukan untuk berbagai misi, mulai dari pengintaian, pemasangan ranjau atau bahkan misi peledakan diri untuk menghancurkan kapal musuh.

Meskipun didesain sebagai kapal selam otonomatis, namun ukuran kapal selam canggih ini akan berukuran cukup besar dan dengan biaya produksi yang relatif murah.

“Meskipun tidak sampai menggantikan kapal selam yang dioperasikan manusia, namun kapal selam tanpa awak ini bakal menantang lokasi-lokasi strategis yang ditetapkan angkatan laut Barat usai Perang Dunia II.”

 

“Kapal selam ini akan ditujukan terutama untuk pasukan AS di perairan strategis seperti Laut China Selatan dan Samudera Pasifik barat,” kata para peneliti yang terlibat dalam proyek ini.

Melansir dari SCMP, proyek kapal selam dengan AI ini merupakan bagian dari rencana ambisius China untuk meningkatkan kekuatan angkatan lautnya.

Teknologi Masa Depan

Sebelumnya, China telah membangun fasilitas pengujuan terbesar untuk kapal nirawak di Zhuhai, Provinsi Guangdong.

Selain itu, peneliti militer juga tengah mengembangkan sistem pendukung bantuan AI untuk komandan kapal selam yang bakal membantu kapten mengambil keputusan dengan lebih cepat dan akurat.

Di masa depan, kapal selam tanpa awak ini akan dapat saling berkoordinasi dengan sistem militer di darat, laut, dan udara, serta dapat menyelesaikan misi tanpa intervensi manusia.

Model kendaraan bawah air tanpa awak (UUV) yang ada saat ini mayoritas berukuran kecil dan diluncurkan serta masih bergantung dengan kapal lain, serta masih memiliki keterbatasan lainnya.

Proyek pengembangan kapal selam nirawak dengan AI ini pun menjadi proyek yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Direktur Peralatan Teknologi Kelautan Institut Otomasi Shenyang, Lin Yang telah mengkonfirmasi kepada SCMP tentang pengembangan kendaraan bawah laut tanpa awak ekstra besar atau XLUUV.

Lembaga di Provinsi Liaoning itu adalah produsen utama robot bawah air untuk militer China. Sementara Lin adalah pihak yang berperan dalam pengembangan kendaraan bawah laut otonom pertama di China.

Keterbatasan AI

Sementara, Luo Yuesheng, profesor di fakultas automasi, Universitas Teknik Harbin, sebuah pusat pengembangan utama untuk kapal selam baru China, berpendapat bahwa kapal selam AI akan menempatkan kapten di kapal lain saat dalam pertempuran.

Namun ditegaskannya, kapal selam AI masih pada tahap awal. Luo mencatat masih banyak kendala teknis sebelum benar-benar dapat dikerahkan dalam operasi sesungguhnya.

Kapal selam tak berawak juga kemungkinan tetap akan terbatas pada tugas-tugas khusus yang relatif sederhana.

“AI tidak akan menggantikan manusia. Situasi di bawah air bisa sangat rumit dan saya pikir robot tidak dapat memahami atau menangani semua tantangan,” tambahnya.

Sumber: Kompas