,

India Bisa Bebas Sanksi AS Meski Beli S-400 Rusia

Ilustrasi/SINDOnews

Sebuah komite Kongres Amerika Serikat (AS) mengusulkan keringanan untuk beberapa negara, termasuk India, dari sanksi karena berbisnis dengan industri pertahanan Rusia. New Delhi sedang membuat kesepakatan dengan Moskow untuk pembelian sistem rudal pertahanan S-400 Rusia.

Senat dan Komite Angkatan Bersenjata House of Representatives atau Kongres dalam laporan konferensi bersama untuk Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) 2019 memberikan pengabaian untuk pasal 231 dari undang-undang bernama Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

India berencana untuk membeli lima unit sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia senilai sekitar USD4,5 miliar.

Usulan Komite Angkatan Bersenjata Kongres itu muncul setelah beberapa hari sebelumnya Menteri Pertahanan AS James Mattis meminta Kongres untuk memberikan otoritas pengecualian dari CAATSA.

“Melakukan hal itu memungkinkan negara-negara untuk membangun hubungan keamanan yang lebih dekat dengan AS karena mereka terus bertransisi dari ketergantungan pada peralatan militer Rusia,” kata Mattis.

“Pertanyaan mendasar yang harus kita tanyakan kepada diri sendiri adalah apakah kita ingin memperkuat mitra kita di daerah-daerah utama atau meninggalkan mereka tanpa pilihan lain selain beralih ke Rusia, dengan demikian merusak peluang satu kali dalam satu generasi untuk lebih menyelaraskan negara dengan Visi AS untuk keamanan dan stabilitas global,” ujar Mattis.

Pentagon, Departemen Luar Negeri, dan Kedutaan Besar India di AS belum berkomentar tentang perkembangan terbaru dari CAATSA.

Kelompok advokasi bisnis Amerika terkemuka yang berpusat di India menyambut langkah Kongres. “Bahasa (dari laporan) akan mewakili ukiran khusus untuk India pada masalah politik yang rumit,” kata Mukesh Aghi, presiden Forum Strategis dan Kemitraan AS-India (USISPF).

“Jika disahkan, bahasa yang diajukan oleh komite konferensi NDAA menunjukkan komitmen bipartisan Kongres AS terhadap hubungan AS-India,” kata Aghi.

“Pengecualian memberikan fleksibilitas bagi mitra strategis dan sekutu untuk menjauh dari penggunaan peralatan militer Rusia ke peralatan Amerika, sementara itu memastikan bahwa pertahanan dan keamanan AS tetap dilindungi,” imbuh dia, dikutip Zee News, Kamis (26/7/2018).

Sumber : https://international.sindonews.com/