,

Iran Lakukan Latihan Militer Besar Besaran, Apakah akan menyerang Amerika Serikat?

Sebuah truk militer Iran mengangkut misil dalam sebuah parade memperingati hari angkatan darat pada 18 April 2018 di Teheran. (AFP/ATTA KENARE)

Militer – Pemerintah Amerika Serikat meyakini Iran sedang mempersiapkan latihan militer besar-besaran di Teluk Persia dalam beberapa hari mendatang.

Diduga, jadwal latihan militer tahunan ini dimajukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington. Demikian sejumlah pejabat AS seperti dikutip Reuters, Rabu (1/8/2018).

Pemerintah Iran amat kecewa dengan keputusan Presiden AS Donald Trump yang menarik diri dari kesepakatan nuklir dan kembali menjatuhkan sanksi terhadap Teheran.

Sejumlah pejabat senior Iran sebelumnya telah memperingatkan negeri itu tidak akan menyerah begitu saja terhadap langkah AS untuk memblokir ekspor minyak Iran.

Pusat Komando Militer AS memastikan telah mengetahui peningkatan kegiatan militer Iran, termasuk di Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran strategis perdagangan minyak.

Pasukan Garda Republik Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz jika sanksi terhadap negeri itu tetap diberlakukan.

“Kami mengetahui adanya peningkatan operasi angkatan laut Iran di Teluk Arab, Selat Hormuz, dan Teluk Oman,” kata Kapten AL Bill Urban, juru bicara komando pusat yang membawahi pasukan AS di Timur Tengah.

“Kami memantau secara intensif dan bekerja sama dengan para sekutu untuk memastikan jalur pelayaran dan perdagangan internasional tidak terganggu,” tambah Urban.

Namun, Urban tidak memberikan penjelasan lebih rinci tentang kemungkinan latihan militer Iran itu.

Namun, sejumlah pejabat AS yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, Garda Revolusi Iran mempersiapkan lebih dari 100 kapal dalam latihan tersebut.

Ratusan personel pasukan darat juga akan dilibatkan dalam latihan militer itu. Para pejabat AS ini menyebut, latihan militer Iran akan dimulai dalam 48 jam meski waktu pastinya belum diketahui.

Latihan militer ini agaknya dirancang untuk mengirim pesan kepada Washington yang meningkatkan tekanan ekonomi dan diplomasi terhadap Teheran.

Meski demikian, sejauh ini AS belum terlihat akan menggunakan kekuatan militer untuk menghadapi Iran atau sekutu-sekutunya.

Trump sudah memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian Iran yang sejak awal tahun sudah diwarnai aksi unjuk rasa akibat kenaikan harga, kelangkaan air bersih, pemutusan aliran listrik, dan korupsi.

Pada Selasa (31/7/2018) ratusan orang melakukan unjuk rasa di beberapa kota termasuk Isfahan, Karaj, Shiraz, dan Ahvaz.

Mereka berunjuk rasa memprotes tingginya inflasi yang disebabkan salah satunya oleh melemahnya nilai tukar rial.

TribunAceh