,

Perusahaan Intelijen Israel Jual Jual Informasi dan Peralatan Keamanan ke Saudi

Drone Israel. Foto/Istimewa

Militer – Perusahaan intelijen dan komersial Israel, yang mengkhususkan diri dalam data perdagangan dan peralatan keamanan, mengungkapkan telah mengekspor layanan mereka ke Arab Saudi, negara-negara Dewan Kerja Sama (GCC) Teluk, serta Yordania dan Mesir.

“Boikot Arab terhadap Israel tidak ada dalam kenyataan,” ujar pengusaha Israel dan pemilik IntuView, Samuel Bar, seperti dikutip Middle East Monitor dari Valah FM, situs intelijen Ibrani, Jumat (24/8/2018).

“Kementerian Keamanan memberikan izin kepada perusahaan saya untuk mengekspor ke Arab Saudi,” imbuhnya.

Para pejabat Saudi memberi perusahaan itu beberapa kunjungan lebih dari dua tahun lalu untuk membeli layanan intelijen demi Raja Saudi.

IntuView adalah sebuah perusahaan intelijen yang berbasis di pemukiman Israel utara (Tel Aviv) dan menjual peralatan keamanan di Amerika Serikat dan Eropa.

Situs itu juga menyatakan bahwa dua tahun yang lalu sebuah perjanjian senjata disepakati antara Arab Saudi dan Israel. Penjualan itu terdiri dari drone Israel yang ditransfer ke Arab Saudi melalui Afrika Selatan untuk menyembunyikan sumber penjualan barang itu adalah Israel.

CEO perusahaan Israel untuk Pasar Arab, Irene Melloul, mengungkapkan aktivitas komersial ekstensif dari perusahaannya dengan negara-negara GCC, di samping Yordania dan Mesir. Ia juga menjelaskan bahwa perdagangan dengan negara-negara Arab dibuat dengan kebijaksanaan substansial.

Militer.me TV:

Melloul, yang telah berurusan dengan negara-negara Arab selama delapan tahun, mengatakan bahwa negara dengan tingkat keterbukaan komersial yang lebih tinggi untuk pengusaha Israel, menurut keyakinannya, adalah Arab Saudi. Ia menekankan bahwa Arab Saudi memiliki pasar yang kuat.

Yossi Melman, seorang analis keamanan dan militer untuk Maariv, menegaskan bahwa Asia Global Technology, yang dijalankan oleh pengusaha Israel-Amerika Mati Kochavi, memenangkan kontrak jutaan dolar untuk proyek-proyek menjaga keamanan internal di UEA.

Media Ibrani juga menunjukkan bahwa negara-negara Teluk, yang dipimpin oleh Arab Saudi, sedang menuju lebih banyak lagi membuat kesepakatan dengan perusahaan Israel. Sama dengan Al-Quds Al-Arabi, media itu juga mencatat upaya besar-besaran untuk menutupi rahasia hubungan perdagangan antara perusahaan Israel dengan rekan-rekan Arab mereka.

Bloomberg menegaskan bahwa boikot Arab terhadap Israel tidak ada, dan menyatakan bahwa Tel Aviv menjual layanan militer kepada Arab Saudi, menjaga sumur minyak dan menyediakan pengawal pribadi bagi negara-negara Teluk.

Sumber yang dekat dengan komite intelijen di Kongres AS baru-baru ini mengungkapkan penggunaan senjata buatan Israel oleh pasukan Saudi dalam kampanye militernya melawan Yaman, yang terakhir adalah serangan terhadap kota yang dikendalikan Houthi, al-Hudaydah.

SUMBER: Sindonews