,

Rusia Akan Lakukan Latihan Militer Besar Besaran dan Lebih Besar dari Era Soviet! Nato Mulai Waspada

Rusia akan menggelar latihan perang terbesar sejak masa Uni Soviet. Foto/Ilustrasi/Istimewa

Militer – Rusia bersiap untuk mengadakan latihan militer terbesar dalam beberapa dasawarsa. Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan latihan, di mana China dan Mongolia akan ikut berpartisipasi, akan menjadi skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Serangkaian latihan, yang akan diberi nama latihan bersama ‘Vostok-2018’, akan berlangsung di Siberia dan Timur Jauh Rusia dan akan menjadi skala yang belum pernah terjadi sebelumnya ketika menyangkut cakupan geografis dan jumlah pasukan dan pasukan yang ambil bagian di dalamnya,” kata Shoigu seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (21/8/2018).

Shoigu mengatakan bahwa latihan akan lebih besar dari pelatihan terbesar dalam sejarah Soviet, yang diadakan pada tahun 1981 di wilayah Belarusia, Ukraina, tiga republik Baltik serta beberapa negara dari Pakta Warsawa.

Jumlah total pasukan yang diharapkan untuk mengambil bagian dalam latihan belum terungkap. Namun China telah mengkonfirmasi bahwa akan mengirim lebih dari 3.000 pasukan untuk bergabung dengan pasukan Rusia selama latihan.

“Lebih dari 900 buah perangkat keras militer serta 30 pesawat tempur dan helikopter juga akan dikerahkan ke Rusia sebagai bagian dari latihan,” kata Kementerian Pertahanan China.

Latihan yang akan datang tampaknya persiapan untuk melampaui skala latihan Zapad-2017, yang dipentaskan Rusia tahun lalu, memprovokasi reaksi dari Barat. Latihan itu – yang melibatkan sekitar 12.700 pasukan, 70 pesawat militer, 10 kapal dan sekitar 680 kendaraan darat – menyulut tuduhan bahwa jumlah tentara yang ikut berpartisipasi tidak sesuai dengan jumlah resmi. Bahkan lebih jauh menyebut latihan tersebut dilakukan untuk invasi negara tetangga.

Latihan perang Zapad, meskipun sifatnya pertahanan, secara luas digunakan oleh pejabat NATO dan media untuk menyulut narasi “agresi Rusia” dan untuk lebih membenarkan penumpukan NATO di Eropa Timur.

Sebagai tanggapan atas latihan itu, Polandia menjadi tuan rumah latihan yang disebut “national” Dragon 17, yang melibatkan kontingen dari AS, Inggris, Jerman, Lithuania, Latvia, Slovakia, Italia, Bulgaria, Rumania, Georgia dan Ukraina. Khususnya, jumlah pasukan yang terlibat dalam Dragon 17 jauh melebihi latihan Zapad 2017, dengan sekitar 17.000 prajurit dan 3.500 bagian perangkat keras yang terlibat.

NATO juga terus mengintensifkan latihan militernya di depan pintu Rusia. Pada bulan Juni, lebih dari 18.000 tentara dari 19 negara ambil bagian dalam latihan Saber Strike selama dua minggu yang diselenggarakan di Polandia dan Negara Baltik. Pada hari Senin, Latvia meluncurkan latihan militer terbesar yang pernah dipentaskan sejak memperoleh kemerdekaan. Latihan itu juga melibatkan pasukan dari lebih selusin negara NATO lainnya.

Sumber: Sindonews