,

Rusia Ngamuk gara gara Pesawat Tempurnya diganggu Jet Tempur Inggris!

Pesawat-pesawat jet tempur Typhoon Inggris. Foto/REUTERS/Darren Staples

Militer – Pemerintah Rusia melalui Kedutaan Besar-nya di Inggris menyampaikan kemarahannya atas gangguan jet-jet tempur London terhadap pesawat militer Moskow di atas Laut Hitam. Gangguan itu dianggap sebagai tindakan provokatif yang merongrong keamanan regional.

Kedutaan Besar Rusia untuk Kerajaan Inggris menyampaikan sikap tegasnya dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam.

Pada hari Kamis, jet-jet tempur Typhoon Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) “menyela” sebuah pesawat patroli militer Rusia di atas Laut Hitam ketika pesawat itu dianggap sedang bergerak menuju wilayah udara negara-negara NATO.

“Episode terbaru ini dengan tepat menunjukkan betapa berbahayanya gagasan mengerahkan RAF dan pasukan NATO lainnya di Rumania, Polandia atau negara-negara Baltik,” bunyi pernyataan kedutaan tersebut, seperti dikutip Sputnik, Minggu (26/8/2018).

“Alih-alih memperkuat keamanan siapa pun, kehadiran militer seperti itu digunakan oleh otoritas Inggris untuk tindakan provokatif tidak hanya melalui pernyataan verbal, tetapi juga dalam istilah militer nyata, sangat berbahaya,” lanjut pernyataan kedutaan.

Menurut kedutaan, pasukan Rusia sepenuhnya mematuhi hukum internasional dan tidak menimbulkan ancaman terhadap Inggris.

“Orang mungkin mengerti mengapa Angkatan Laut Kerajaan (Inggris) mengawal kapal militer Rusia di Selat Inggris, di sekitar garis pantai Inggris, bahkan jika ini tidak perlu bagi Inggris untuk mempublikasikannya. Tapi ancaman macam apa ke Inggris atau sekutunya yang dilakukan pesawat patroli Rusia secara hipotetis saat melakukan penerbangan dari pantai Rusia sendiri, sekitar 1.500 mil jauhnya dari Inggris?,” papar Kedutaan Rusia.

NATO telah secara signifikan meningkatkan kehadiran pasukannya di Eropa Timur sejak awal krisis Ukraina pada tahun 2014. Aliansi militer pimpinan Amerika Serikat itu menggunakan dugaan campur tangan Rusia dalam urusan internal Ukraina sebagai dalih untuk mengerahkan pasukannya. Moskow telah membantah semua tuduhan tersebut.

Moskow telah berulang kali menyuarakan protesnya atas penumpukan militer NATO yang hanya akan merusak stabilitas regional dan memicu perlombaan senjata baru.

Sumber: Sindonews