,

Iran dan Suriah Teken Kerja Sama Militer

Militer Suriah bersiap melakukan operasi besar-besaran di Douma, Ghouta timur. Foto/Ilustrasi/Istimewa

Militer – Iran dan Suriah sepakat menjalin kerja sama militer dan pembangunan guna membantu pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad membangun kembali negaranya yang dilanda konflik sipil sejak 2011 lalu.

Kesepakatan kerja sama itu ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Menteri Pertahanan Suriah Ali Abdullah Ayoub di Damaskus, Senin (27/8).

“Suriah sedang melewati tahap krisis dan tengah memasuki fase pembangunan kembali,” ucap Hatami menurut kantor berita Tasnim seperti dikutip AFP.

Hatami mengatakan ia bersama Ayoub menggelar “negosiasi rinci” terkait kerja sama pertahanan itu selama dua hari di Suriah sejak Minggu (26/8).

Selain bertemu Ayoub, Hatami juga sempat menemui dan berdiskusi dengan Assad.

“Pertahanan dan kesepakatan teknis lainnya menekankan kehadiran dan partisipasi berkelanjutan Iran di Suriah,” katanya.

Meski begitu, Hatami tak merinci detail perjanjian kerja sama tersebut.

Kerja sama militer Teheran-Damaskus ini disepakati saat Amerika Serikat terus menekan Iran dengan sanksi karena pengaruhnya di kawasan, termasuk peran Teheran dalam konflik Suriah.

Iran telah lama memberi dukungan politik, keuangan, dan militer bagi Suriah, terutama ketika perang sipil pecah tujuh tahun lalu.

Bersama Rusia, personel militer Iran juga ikut turun tangan membantu pasukan Assad menggempur pemberontak yang didukung koalisi AS.

Gedung Putih melalui Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, mengatakan Iran harus segera menarik mundur pasukannya dari Suriah.

Meski telah disudutkan dengan sanksi unilateral AS, Iran menegaskan kehadiran militer mereka di Suriah tidak akan tergantikan.

Dikutip Reuters, salah satu pejabat senior Iran mengatakan pemerintahan Presiden Hassan Rouhani belum memiliki rencana untuk menarik pasukannya dari Suriah.

Sumber: CNNIndonesia