,

Kemenhan Berencana Beli 44 Unit Tank Baru PT Pindad

Medium Tank

Militer – Tahun ini Kementerian Pertahanan RI berencana membeli 44 unit tank medium yang merupakan produk baru dari PT Pindad (Persero). Tank medium yang belum diberi nama itu dianggap memiliki kemampuan pertahanan balistik dan antiancaman ranjau terkini.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemenhan Bondan Tiara Sofyan seusai menyaksikan uji daya gempur tank medium tersebut. Dia didampingi Dankodiklat TNI AD Mayjen TNI AM Putranto dan Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose

“Proyeksinya minimal harus 44 unit dulu untuk pertama kali. Kami ada alokasi melalui APBN 2018-2019, yang nanti akan kami matangkan di akhir,” kata Bondan di Pusat Pendidikan Infantri (Pusdikif) TNI AD, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Senin 27 Agustus 2018.

Dari serangkaian uji tembak tank medium yang dilakukan, Bondan menilai hasilnya sangat memuaskan, karena seluruh target bisa disasar dengan baik. Meski begitu, dia tetap menginginkan agar tank medium prototipe kedua dari PT Pindad tersebut terus disempurnakan.

“Jadi, berdasarkan (tank medium) yang ini, nanti ada masukan untuk penyempurnaan kecil, baru masuk ke tahap mass production. Nah, ketika sudah dipakai kan pasti ada masukan-masukan lagi, kami akan terus improvement, supaya combine provement pada akhirnya,” tuturnya.

Siap mengoperasikan
AM Putranto mengatakan, kebutuhan tank medium untuk TNI AD perlu disesuaikan dengan organisasi dan harus dibicarakan dulu dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Soalnya, organisasi yang baru juga dari Kostrad ada satu lagi divisi 3, minimal kan ada satu batalyon kavaleri. Saya berharap, tank-tank yang dipersiapkan ini akan bisa menambah kekuatan pertahanan, khususnya di Angkatan Darat,” katanya.

Menurut dia, prajurit TNI AD sudah siap mengoperasikan tank medium baru itu, karena tank tersebut tidak berbeda jauh dengan tank tempur utama (main battle tank) Leopard. Bedanya, kata dia, tank medium Pindad sangat modern dan berada di kelas middle, yang dianggap cocok untuk medan di Indonesia.

“Jangan sampai barang ada, baru mau mulai (menyiapkan prajurit). Itu akan tidak baik untuk kesiapan operasional. (Kesiapan prajurit) itu pun akan kami laporkan kepada Bapak KSAD. Dalam hal ini, tentunya beliau akan memprioritaskan satuan mana (yang akan ditunjuk), kalau memang middle tank ini dibutuhkan,” tuturnya

Minta nama ke Jokowi
Sementara itu, Abraham Mose menyebutkan, keunggulan dari medium tank tersebut ialah sekelas dengan main battle tank Leopard, tapi bobotnya diturunkan sedikit menjadi 32 ton. Dilengkapi berbagai teknologi terbaru seperti sistem kewaspadaan mandiri, hunter killer system, laser warning system, battle management system, dan proteksi level 5, dia menilai kemampuan tank tersebut sama dengan tank Leopard.

“Setelah ini, tentunya hasil pengujian prototipe yang kedua akan kami lakukan perbaikan, kemudian kami harapkan sertifikasi bisa selesai satu bulan. Setelah itu, kami siap masuk ke mass production. Seperti apa yang disampaikan Bu Dirjen, paling tidak di akhir tahun ini kami siap untuk mendukung kebutuhan di TNI,” katanya.

Seperti halnya kemampuan dalam memproduksi kendaraan tempur Anoa, menurut dia, Pindad bisa membuat 40-50 unit tank medium tersebut dalam setahun. Yang diperlukan sekarang, kata dia, ialah penyempurnaan tank medium secara desain. Pasalnya, ada sejumlah masukan terkait ukuran tank tersebut.

“Untuk namanya, sementara ini belum ada. Kami lagi coba diskusikan. Apakah penamaannya diresmikan pada 5 Oktober nanti oleh Bapak Presiden, atau pada saat Indo Defense nanti. Kami cari dua momen ini, mana yang paling pas, dan kesediaan Bapak Presiden untuk memberikan penamaan medium tank kami,” tuturnya.***

Sumber Pikiran Rakyat