,

Menyedihkan Suriah Malah Tembak Jatuh Pesawat Rusia Menggunakan Rudal S-200

Suriah mengerahkan rudal permukaan-ke-udara buatan Rusia, termasuk S-200 untuk menghalau serangan rudal trio AS, Inggris, dan Prancis. Foto/Istimewa

Militer – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ikut mengomentari insiden jatuhnya pesawat pengintai Il-20 militer Rusia usai ditembak jatuh sistem rudal pertahanan S-200 Suriah di Latakia. Menurutnya, insiden itu menyedihkan, terlebih 14 tentara Moskow tewas.

Trump mengatakan, pasukan AS dan negara-negara lain juga berada di dekat wilayah pantai Suriah tersebut dalam misi memerangi kelompok Islamic State atau ISIS.

“Kedengarannya bagi saya dan menurut saya berdasarkan peninjauan fakta bahwa Suriah menembak jatuh pesawat Rusia,” kata Trump saat konferensi pers bersama Presiden Polandia Andrzej Duda pada hari Selasa waktu Washington sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (19/9/2018).

“Dan saya mengerti sekitar 14 orang tewas dan itu adalah hal yang sangat menyedihkan tapi itulah yang terjadi,” lanjut Trump.

“Kami telah melakukan pekerjaan luar biasa di Suriah dan di wilayah itu (untuk) memberantas ISIS, itulah mengapa kami ada di sana. Dan kami sangat dekat untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” imbuh Trump.

Data versi Kementerian Pertahanan Rusia jumlah tentara yang tewas dalam insiden itu adalah 15 personel. Pesawat Il-20 ditembak jatuh sistem rudal S-200 Suriah saat merespons serangan empat jet tempur F-16 Israel di Latakia pada Senin malam.

Baca: Tragisnya Pesawat Rusia Dimangsakan Israel ke S-200 Suriah

Moskow tidak menyalahkan Damaskus atas insiden itu. Sebaliknya, Moskow menyalahkan militer Tel Aviv.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Tel Aviv sepenuhnya menjadi pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu. Alasannya, pada saat insiden itu, jet-jet tempur F-16 Israel sedang melakukan serangan udara ke target-target di Latakia dan hanya memberi peringatan satu menit kepada Moskow. Hal itu menempatkan pesawat Rusia dalam bahaya, yakni terperangkap dalam baku-tembak.

“Kami melihat tindakan militer Israel sebagai musuh,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov kepada stasiun televisi pemerintah Rusia. “Akibat tindakan militer Israel yang tidak bertanggung jawab, 15 personel layanan (militer) Rusia tewas.”

SUmber: