,

Ups! Mayjen Kopassus Gadungan Ini Sukses Tipu Warga Gorontalo Ratusan Juta

Mayjen Kopassus gadungan. (ajiz/detikcom)

Militer – Warga Kendari, Sulawesi Tenggara, AM, mengaku berpangkat Mayor Jendral (Mayjen) Kopassus. Ia menipu warga Kota Gorontalo senilai ratusan juta rupiah.

Dalam melakukan aksi tipunya, mayjen gadungan ini memiliki sejumlah atribut TNI, dari pakaian TNI Angkatan Darat, celana Kopassus, hingga baret merah dengan dua bintang di atasnya.

Aksi TNI gadungan ini terbongkar saat salah satu warga melaporkan kasus ini ke Denpom Gorontalo. Pelaku TNI gadungan ini tertangkap di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, oleh tim intel Kodim 1304 Gorontalo dan Korem 133 Nani Wartabone

Menurut Nunung Katili, salah satu korban, penipuan ini bermula sekitar Mei 2018. AM alias Alung bersama istrinya datang ke rumah Nunung dengan mengaku sebagai anggota TNI berpangkat mayjen untuk mencari barang pusaka yang nantinya akan diselesaikan dengan jalur amanah.

“Dia datang mengaku mencari barang pusaka, seperti samurai. Setelah dia mendapatkan dan mengaku barang itu asli, ini TNI gadungan menyuruh untuk bikin organisasi dan nantinya akan diberikan SK untuk pembentukan tim,” ucap Nunung, warga Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Selasa (18/9/2018).

Dia menjelaskan, saat di Gorontalo, oknum TNI gadungan ini sempat tinggal di rumahnya dan menyuruh membuat kantor DPN P3A Celebes dan membiayai tiket pesawat serta rental mobil selama di Gorontalo.

“Kalau dihitung-hitung, selama tiga bulan saya habis hampir seratus juta lebih,” ucap Nunung.

Sementara itu, Kapenrem 133 Nani Wartabone Mayor Fathan Ali menyatakan, setelah mendapatkan laporan, tim intel Kodim Gorontalo langsung bergerak dan menemukan mayjen palsu ini di Kabupaten Bone Bolango.

“Ada warga sipil yang mengaku berpangkat mayjen. Yang kita tahu itu Mayjen TNI, tapi dia mengaku Mayjen Kopassus. Di sini yang bersangkutan sudah 3 bulan berada di Gorontalo,” ucap Fathan.

Dia menyatakan, dalam menjalankan misinya, si penipu mengumpulkan dana dari warga yang akan disumbangkan ke masyarakat miskin.

“Oknum ini berasal dari Kendari. Mereka datang ke sini untuk membiayai orang-orang miskin. Bahkan ditemukan ada dokumen-dokumen yang ada kartu keluarga dari TNI daerah asal Pinrang. Jadi tidak benar dia ini anggota TNI,” tegas Fathan.

Hingga kini, oknum mayjen gadungan itu masih menjalani pemeriksaan di Kodim 1304 Gorontalo.

sUmber detik