,

Tingkatkan Pertahanan, Rusia Sebar Sistem Pertahanan Udara S-400 di Crimea

Rusia mengerahkan batalyon ketiga sistem pertahanan udara S-400 ke Crimea. Foto/Istimewa

Militer – Rusia meningkatkan pertahanannya di Crimea dengan mengirimkan batalyon ketiga dengan delapan peluncur S-400, 112 rudal dan kendaraan komando. Mereka dikerahkan di Evpatoria, barat Crimea, seperti dikonfirmasi olah layanan pers Armada Laut Hitam.

Dengan penyebaran terbaru itu sekarang ada tiga batalyon sistem pertahanan udara Rusia yang maju yang ditempatkan di semenanjung Crimea, yang merupakan titik kuat strategis utama bagi militer dan rumah bagi Armada Laut Hitam Rusia.

Meski begitu sebuah sumber militer mengatakan di kemudian hari, batalyon keempat akan segera di kerahkan di luar kota Dzhankoy di utara Crimea seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (22/9/2018).

Rusia sebelumnya telah mengerahkan sistem pertahan udara S-400 ke Feodosiya dan Sevastopol masing-masing pada Januari 2017 dan 2018.

Sistem rudal permukaan-ke-udara Triumf S-400 adalah sistem pertahanan udara mobile generasi terbaru dari Rusia. Pada 2016, setidaknya 312 peluncur S-400 dikerahkan di 39 resimen. Rudal S-400 mampu menargetkan pesawat musuh, drone dan kapal perang dan rudal balistik pada jarak hingga 400 km.

Militer Rusia telah memberikan tekanan yang cukup besar untuk meningkatkan pertahanan Crimea sejak semenanjung itu memutuskan untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung kembali dengan Rusia pada 2014.

Pengamat militer mengatakan pertahanan anti-udara dan anti-kapal di semenanjung itu secara efektif memungkinkan Rusia untuk mengamankan wilayah udara dan perairan yang melintasi hampir seluruh Laut Hitam.

Selain S-400, pasukan pertahanan udara Crimea juga dipersenjatai dengan S-300P, Buk-M2, dan sistem rudal Osa.

China dan Belarusia juga mengoperasikan S-400. Sementara Turki, India, Arab Saudi, Maroko dan Irak telah menyatakan minatnya terhadap sistem pertahanan udara tersebut.

Pada Kamis, Departemen Keuangan AS menampar China dengan sanksi atas pembelian satu batalyon S-400 awal tahun ini

Sumber ; sindonews