,

China Marah Besar Gara gara Amerika Jual Pesawat Militer US$330 Juta Ke Taiwan

Foto: Pesawat F-16 (REUTERS/Toby Melville)

Militer – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan suku cadang pesawat tempur F-16 dan pesawat militer lainnya senilai hampir US$330 juta (251 juta pounds) pada Taiwan.

Hal itu membuat China pada Selasa (25/9/2018) menyampaikan kemarahan karena langkah itu membahayakan kerja sama AS-China. Penjualan suku cadang dan pesawat militer AS ke Taiwan dinilai sebagai cacat dalam hubungan antara AS dan China.

Ini karena China menganggap Taiwan, yang memiliki aturan negara sendiri, adalah bagian dari wilayahnya. Taiwan masih perlu menyelesaikan detail penjualan dengan perusahaan AS.

“Penjualan yang diusulkan ini akan berkontribusi pada kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS dengan membantu meningkatkan keamanan dan kemampuan pertahanan negara penerima, yang telah dan terus menjadi kekuatan penting untuk stabilitas politik, keseimbangan militer, dan kemajuan ekonomi di kawasan itu,” kata Pentagon dalam sebuah pernyataan, Senin (24/9/2018).

Juru bicara Departemen Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan penjualan senjata AS ke Taiwan merupakan pelanggaran serius hukum internasional dan merugikan kedaulatan serta kepentingan keamanan China.

China sangat menentang penjualan senjata yang direncanakan dan telah menyerukan “pernyataan keras” kepada AS. Demikian kata Geng Shuang dalam briefing harian di Beijing.

China mendesak AS untuk menarik rencana penjualan dan menghentikan kontak militer dengan Taiwan. Tujuannya untuk menghindari bahaya serius dalam kerja sama China-AS di wilayah utama, dan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Kementerian Pertahanan China, dalam sebuah pernyataan terpisah, juga mengutuk rencana penjualan tersebut. Kementerian Pertahanan China menambahkan militer China memiliki tekad “teguh dan tak tergoyahkan” untuk melindungi kedaulatan dan integritas teritorial negara.

China sangat curiga terhadap niat AS terhadap Taiwan, yang dilengkapi dengan persenjataan buatan AS. Taiwan juga ingin Washington menjual peralatan yang lebih canggih padanya, termasuk jet tempur baru.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, Kantor Kepresidenan Taiwan berterima kasih kepada AS atas dukungan itu. Taiwan menyatakan akan terus “memiliki komunikasi dan kerja sama yang erat” dengan Washington untuk berbagai masalah termasuk keamanan.

Pembelian US$330 juta mencakup suku cadang untuk “F-16, C-130, F-5, Indigenous Defence Fighter (IDF), semua sistem pesawat terbang dan subsistem lainnya, dan elemen terkait lainnya dari logistik dan dukungan program,” kata Pentagon.

Pentagon telah memberi tahu Kongres tentang kemungkinan penjualan. Pentagon mengatakan penjualan yang diusulkan diperlukan untuk mempertahankan “armada pertahanan dan udara” Taiwan dan tidak akan mengubah keseimbangan militer di wilayah tersebut.

Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Menteri Pertahanan AS Jim Mattis selama kunjungan ke Beijing pada Juni bahwa Beijing berkomitmen untuk perdamaian. Akan tetapi, China tidak dapat melepaskan wilayah yang ditinggalkan leluhur negara itu “bahkan meski hanya satu inci”

Sumber: CNNINDONESIA