,

India resmi beli 5 Sistem Rudal S-400 Rusia, apa Amerika Bakal Kebakaran Jenggot?

Fotografis cara kerja sistem rudal S-400 Rusia. Foto/BBC

Militer – Pemerintah India resmi menandatangani kontrak pembelian lima unit sistem rudal S-400 Rusia. Amerika Serikat (AS) yang jauh hari sudah mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap New Delhi menyampaikan respons samar.

Amerika Serikat melalui Kedutaan-nya di New Delhi menegaskan bahwa sanksi yang dibuat berdasarkan undang-undang bernama Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) itu sejatinya hanya menargetkan militer Rusia, bukan sekutu atau mitra Washington.

Namun, dalam pesan samarnya, Washington menyatakan bahwa keputusan sanksi apa pun terhadap India tidak dapat diprediksi.

“Pengesahan dari Pasal 231 Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) akan dipertimbangkan pada transaksi demi transaksi. Kami tidak bisa memprediksikan keputusan sanksi apa pun,” bunyi pernyataan Kedutaan Amerika Serikat yang dilansir NDTV, Sabtu (6/10/2018).

“Maksud dari implementasi CAATSA kami adalah untuk membebani Rusia atas perilaku buruknya, termasuk dengan menghentikan aliran uang ke sektor pertahanan Rusia. CAATSA tidak dimaksudkan untuk membuat kerusakan pada kemampuan militer sekutu atau mitra kami,” lanjut keduataan tersebut.

“Otoritas pengabaian bukan untuk pembebasan ‘selimut’. Ini adalah khusus transaksi. Ada kriteria ketat untuk mempertimbangkan pengabaian,” imbuh kedutaan itu mengacu pada pengabaian penjatuhan sanksi terhadap negara pembeli persenjataan Rusia.

Seperti diberitakan sebelumnya, nilai kesepakatan pembelian lima unit sistem rudal S-400 Rusia oleh India ini diperkirakan mencapai USD5 miliar. Senjata pertahanan yang dibeli ini dapat melesatkan 72 rudal dalam sekali tembak dan melibatkan hingga 36 target sekaligus.

Proses pengirimannya akan dimulai dalam dua tahun ke depan.

Kepala Angkatan Udara India BS Dhanoa mengatakan sistem rudal S-400 menyediakan penyokong yang sangat dibutuhkan Angkatan Udara. Menurutnya, senjata tersebut dirancang untuk menghancurkan serangan udara, termasuk pesawat jet tempur siluman dan target udara lainnya.

“Kedua belah pihak menyambut baik kesimpulan dari kontrak untuk suplai S-400 Long Range Surface to Air Missile System ke India,” bunyi pernyataan bersama yang dirilis setelah pembicaraan antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Rusia Vladmir Putin.

Sistem rudal mutakhir Rusia ini akan membantu India untuk memukul mundur serangan udara musuh-musuhnya, terutama Pakistan dan China. Namun, China juga sudah membeli senjata Moskow tersebut.

Sumber: sindonews