,

Gunakan Teknologi Tingkat Tinggi, AS Kembangkan Senjata Penembak Rudal Rusia dari Luar Angkasa

Uji coba rudal balistik antarbenua RS-28 Sarmat Rusia. Foto/Russia Today

Militer – Amerika Serikat (AS) sedang mengembangkan gelombang baru sistem pertahanan yang akan menembak target rudal musih, termasuk milik Rusia, dari luar angkasa. Program yang dikenal dengan nama “Star Wars” ini digagas Presiden Ronald Reagan.

Pada 1980-an, Presiden Reagan memiliki tujuan untuk membawa Perang Dingin melawan Uni Soviet ke luar angkasa melalui skema Strategic Defence Initiative (SDI atau Inisiatif Pertahanan Strategis).

Dijuluki “Star Wars”, skema itu akan melihat pembangunan sistem pertahanan rudal untuk melindungi AS dari serangan senjata nuklir. Selama bertahun-tahun program yang digagas Reagan itu tidak pernah direalisasikan.

Namun, karena ketegangan antara AS dan banyak negara adidaya saingannya meningkat, ide Reagan mulai diwujudkan secara bertahap.

Para komandan militer AS sedang menciptakan sistem pertahanan Glide Breaker yang dirancang untuk menghentikan rudal-rudal hipersonik dan supersonik pada busur awal rute mereka yang lewat di luar atmosfer Bumi.

Badan Proyek Penelitian Pertahanan (DARPA) Pentagon memamerkan sistem pencegat baru dalam Simposium D60 pada bulan September lalu. Simposium D50 digelar untuk meramaikan ulang tahun ke-60 DARPA.

Tujuan dari program Glide Breaker adalah untuk meningkatkan kemampuan Amerika Serikat guna mempertahankan diri terhadap (senjata) supersonik dan seluruh kelas ancaman (senjata) hipersonik,” kata DARPA dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Daily Star, Senin (8/10/2018).

“Kepentingan khusus adalah teknologi komponen yang secara radikal mengurangi risiko untuk pengembangan dan integrasi sistem operasional, hard-kill,” lanjut DARPA.

sumber: Sindonews