,

Wilayah Udara Suriah akan Dipenuhi Sistem Rudal S-300 Rusia. Apakah Jet Tempur AS dan Israel Berani Masuk?

Sistem pertahanan udara S-300 Rusia. Foto/Istimewa

Militer – Wilayah udara Suriah akan segera dipenuhi sistem rudal S-300 milik Rusia. Rezim Damaskus akan dapat menutup wilayah udara Suriah dengan sistem rudal itu jika diperlukan.

“Tidak ada apa pun di bidang pengurangan senjata ofensif strategis, persenjataan rudal dan senjata nuklir, tetapi perjanjian Rusia-Amerika Serikat. Dan situasi saat ini memungkinkan untuk berasumsi bahwa kemungkinan menyimpulkan beberapa perjanjian baru di tahun-tahun mendatang tidak sangat tinggi,” kata Direktur Departemen Nonproliferasi dan Pengawasan Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia, Vladimir Ermakov, Selasa (25/9/2018).

Kata Ermakov negara manapun memiliki hak mutlak untuk memberikan bantuan pertahanan kepada mitranya. Pernyataan ini merespons keputusan militer Moskow yang akan memasok sistem rudal pertahanan S-300 kepada Suriah usai insiden jatuhnya pesawat Il-20 Moskow.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Senin, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengumumkan bahwa Moskow akan menyediakan sistem pertahanan udara S-300 yang canggih kepada Suriah untuk meningkatkan keamanan prajurit Rusia yang ditempatkan di negara itu. Keputusan itu diambil setelah pesawat Il-20 Rusia ditembak jatuh sistem rudal S-200 Suriah yang sedang merespons serangan empat jet tempur F-16 Israel di Latakia pada 17 September 2018.

Menanggapi pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, bahwa pengiriman S-300 ke Suriah akan menjadi “eskalasi signifikan” oleh Moskow, Ermakov menyatakan bahwa sistem S-300 dimaksudkan untuk tujuan defensif. Menurutnya, AS memalsukan fakta ketika mengatakan bahwa pasokan Rusia akan melanggar keamanan nasionalnya.

“Sistem ini murni defensif, jadi ketika AS mengatakan bahwa senjata defensif merusak keamanan nasional, itu fudging,” katanya.

Selain itu, Ermakov menyatakan bahwa langkah-langkah itu akan mengarah pada stabilisasi, bukan eskalasi.

“Bahkan, tindakan seperti itu akan mengarah pada stabilisasi kawasan, karena kita akan dapat menutup wilayah udara di mana itu diperlukan, dan, pertama-tama, prajurit kami yang memenuhi tugas internasional mereka atas undangan pemerintah Suriah akan dilindungi,” Kata Ermakov, seperti dikutip Sputnik.

Bolton sebelumnya memperingatkan Moskow akan bahaya dari memasok sistem rudal S-300 kepada rezim Suriah.

“Kami pikir memperkenalkan S-300 kepada pemerintah Suriah akan menjadi eskalasi signifikan oleh Rusia dan sesuatu yang kami harap, jika laporan pers ini akurat, mereka akan mempertimbangkan kembali (keputusannya),” katanya.

“Tidak boleh ada kesalahpahaman di sini. Pihak yang bertanggung jawab atas serangan di Suriah dan Lebanon dan benar-benar pihak yang bertanggung jawab atas penembakan pesawat Rusia adalah Iran,” kata Bolton kepada wartawan.

Sumber Sindonews