,

Jet Tempur Siluman J-20 dan Drone GJ-2 Akan Tampil di China Airshow

Militer  –  Pesawat tempur siluman J-20 dan pesawat tak berawak (drone) GJ-2 China akan tampil dalam ajang China Airshow 2018. Pameran kedirgantaaraan tersebut akan dihelat di Zhuhai, Provinsi Guangdong, mulai tanggal 6 hingga 11 November mendatang.

Pesawat tempur J-20 adalah tambahan terbaru untuk armada udara China. Pesawat itu tidak ditampilkan pada daftar partisipasi yang dirilis penyelenggara pada tanggal 27 Oktober lalu. Namun empat J-20 terlihat di langit pada hari Selasa, terbang dalam formasi, militer China melaporkan.

Juru bicara militer China, Shen Jinke, pada hari Jumat menegaskan bahwa J-20 akan muncul dengan tampilan dan formasi baru untuk menandai ulang tahun ke-69 berdirinya Angkatan Udara PLA, dan angkatan udara akan berbagi hadiah ulang tahunnya dengan publik di berbagai kegiatan perayaan.

Dia juga mengisyaratkan bahwa Angkatan Udara PLA akan memiliki “kejutan khusus” di pamerang dengan “jajaran terkuatnya”, sementara menolak untuk mengungkapkan kejutan yang dimaksud.

Shen juga mengungkapkan bahwa pesawat udara tak berawak GJ-2 yang baru akan membuat penampilan pertama mereka di pertunjukan udara.

“GJ-2 yang dikembangkan di dalam negeri adalah pesawat tempur pengintai jarak jauh dan menengah, yang memainkan peran penting dalam patroli perbatasan dan perjuangan anti-terorisme,” jelasnya seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (3/11/2018).

China Airshow juga akan menampilkan Y-20, pesawat angkut serbaguna, yang dirancang untuk mengangkut kargo dan personil jarak jauh dalam kondisi yang rumit.

China Airshow adalah pameran dagang kedirgantaraan internasional yang digelar oleh pemerintah pusat, yang diadakan setiap dua tahun sekali sejak 1996 di Zhuhai, Provinsi Guangdong. Pameran ini awalnya dirancang hanya sebagai tempat menampilkan pesawat namun telah berkembang menjadi pameran pertahanan yang menampilkan peralatan militer paling mutakhir di China. China Airshow 2016 diikuti peserta dari 42 negara dengan total transaksi senilai USD40 miliar.
(ian)

Sumber : https://international.sindonews.com/