,

Foto Kecelakaan Militer Singapura Bocor ke Media Sosial, Lima prajurit Dilaporkan ke Polisi

Militer – Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) melaporkan lima prajurit nasional penuh waktu (NSFs) ke polisi dengan tuduhan mengambil dan mengedarkan foto-foto kecelakaan militer yang melibatkan kendaraan lapis baja.

Salah satu foto yang beredar di media sosial itu adalah kecelakaan, saat kendaraan lapis baja Bionix milik Armada Bersenjata Singapura (SAF) terbalik dan menimpa sebuah mobil land rover.

Menurut media setempat, The Straits Times, kecelakaan itu terjadi saat latihan militer di area pelatihan Jalan Murai milik SAF, menewaskan pengemudi, Kopral Pertama Liu Kai (22) pada 3 November lalu.

Seorang juru bicara SCDF mengatakan, Jumat (9/11/2018) bahwa penyelidikan awal menunjukkan, dua NSF telah mengambil foto yang tidak sah dari tempat kejadian dan mengirimnya ke beberapa anggota NSF lainnya melalui grup obrolan WhatsApp.

“Tiga dari NSF yang menerima foto-foto ini kemudian meneruskannya ke teman-teman mereka. Salah satu foto ini telah muncul di media sosial,” kata juru bicara itu seperti dilansir TST.

“SCDF mengambil pandangan serius tentang masalah ini dan telah mengajukan laporan polisi terhadap lima NSF untuk tindakan tidak sah mereka,” tambah juru bicara itu.

Polisi menegaskan bahwa laporan telah diajukan dan penyelidikan sedang berlangsung.

Foto lain yang telah beredar di media sosial menunjukkan Bionix di atas Land Rover dan tentara berdiri di sekitar.

Tidak jelas siapa yang mengambil foto itu.

Kementerian Pertahanan (Mindef) saat ini sedang memeriksa semua foto yang telah bocor.

Militer.me TV:

Seorang juru bicara Mindef mengatakan: “Semua personel yang diberikan akses ke tempat pelatihan SAF tunduk pada pembatasan yang ditempatkan pada fotografi atau videografi yang tidak sah.”

“Pelanggar akan dituntut untuk memastikan bahwa aturan ketat ini untuk menjaga keamanan kami tidak terganggu.”

Pada bulan September tahun ini, mantan sopir ambulans Shaik Haziq Fahmi Shaik Nasair Johar (29), didenda Sin$ 1.500 di bawah Undang-undang Rahasia Resmi untuk mengambil foto mayat saat bertugas.

Dia telah bekerja untuk operator ambulans Unistrong Technology, yang memiliki kontrak dengan pemerintah untuk pelayanan dengan aturan ketat.

Mantan koleganya, paramedis Nurizzah Afiqah Hussain (27), juga didenda Sin $ 3.000 pada bulan Agustus karena mengirim foto itu ke pacarnya.

Sumber : http://batam.tribunnews.com/