,

8 Orang Meninggal Dunia dalam Operasi Rahasia Militer Israel di Gaza

Aljazeera.com/Anadolu Agency

Militer – Tujuh orang warga Palestina dan satu anggota militer Israel dikabarkan meninggal dunia dalam operasi rahasia Israel yang dilakukan di Jalur Gaza.

Dilansir TribunWow.com dari The Guardian, Senin (12/11/2018), pasukan Israel merencanakan sebuah operasi rahasia yang akhirnya menewaskan tujuh warga Palestina.

Baku tembak antara militer Israel dan Hamas pun tak terhindarkan.

Hal ini disinyalir bisa mengancam perjanjian gencatan senjata yang dilakukan keduanya.

Diketahui, seorang letnan kolonel militer Israel tewas dan seorang perwira lainnya terluka dalam operasi yang dilakukan Minggu (11/11/2018) malam waktu setempat ini.

Operasi rahasia ini diketahui merupakan serangan darat pertama pasukan Israel sejak 2014 silam.

Menanggapi operasi militer ini, pasukan Hamas meluncurkan sejumlah roket ke arah pasukan Israel.

Baku tembak dan operasi militer antara pasukan Israel dan Hamas ini menyebabkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempersingkat kunjungannya ke Paris, Prancis.

Diketahui Benjamin berada di Prancis dalam rangka peringatan berakhirnya Perang Dunia I bersama beberapa pemimpin dunia lainnya.

Suara sirene kabarnya terdengar sepanjang malam di Jalur Gaza.

Militer Israel pun kabarnya telah berhasil menghalau tiga roket yang diluncurkan ke arahnya.

Menurut laporan, tak ada cedera ataupun kerusakan di Israel.

Seorang perwakilan Hamas, Brigadir Ezzedine al-Qassam merilis pernyataan yang menyebut bahwa militer Israel menyusup masuk ke dekat Kota Khan Younis dengan menggunakan mobil sipil kemudian menembaki siapapun yang terlihat membawa senjata.

Dilaporkan bahwa satu komandan Hamas bernama Nour Baraka tewas dalam operasi militer Israel ini.

Setelah kejadian tersebut, para pejuang Hamas kemudian mengejar kendaraan tersebut saat hendak kembali ke perbatasan Gaza.

Selama pasukan Israel dikejar oleh Hamas, militer Israel melancarkan bombardir untuk memecah konsentrasi dari pasukan Hamas.

Otoritas medis di Palestina dan Hamas menyebut setidaknya ada tujuh orang yang tewas, empat di antaranya merupakan militan Hamas.

Sementara itu dari pihak Israel, satu orang perwira tewas dan lainnya terluka, namun militer Israel masih belum melaporkan dengan detail terkait hal ini.

Insiden ini mengancam perjanjian gencatan senjata tidak resmi antara Israel dan Hamas.

Diketahui, kekerasan kembali bergulir di Gaza sejak Maret 2018 lalu yang menyebabkan militer Israel meluncurkan tembakan mematikan yang menewaskan 170 orang.

Peperangan terus berlangsung selama tujuh bulan dengan militer Israel dan Hamas kebanyakan bertempur melalui serangan udara.

Mesir, Qatar, dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) diketahui telah mencoba untuk menengahi kedua belah pihak dan mengupayakan gencatan senjata

Sumber: Tribun Wow